• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 5 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Rancang Strategi untuk Kurangi Emisi Karbon

by Redaksi
Selasa, 16 Agustus 2022
(dari kiri) Annisa Ramadhani, Reyhan Hamdan Ibda'u Atma, dan Anisa Luthfitah Amalia dari Tim Macario ITS.

(dari kiri) Annisa Ramadhani, Reyhan Hamdan Ibda'u Atma, dan Anisa Luthfitah Amalia dari Tim Macario ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Indonesia kini sedang berkomitmen mengurangi jumlah emisi karbon dengan menetapkan target pada 2060 atau lebih cepat. Mendukung hal tersebut, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengambil peran dengan merancang sebuah strategi terkait Net Zero Emission (Nol Emisi Karbon) melalui pendekatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).

Mereka adalah Annisa Ramadhani dan Reyhan Hamdan Ibda’u Atma dari Departemen Teknik Sistem dan Industri angkatan 2019. Satu lagi Anisa Luthfiah Amalia dari Departemen Manajemen Bisnis angkatan 2019 yang tergabung dalam Tim Macario.

Annisa menjelaskan bahwa fokus utama dari inovasi ini adalah pengurangan emisi karbon sebesar 38 persen di tahun 2040 mendatang.

Ide ini, lanjut Annisa, pernah diusulkan oleh Tim Macario untuk ajang Gadjah Mada Business Case Competition (GAMA BCC) 2022 yang diadakan oleh Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (KAFEGAMA), beberapa waktu lalu. Kompetisi ini turut menggandeng PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai mitra penyelenggaranya.

BACA JUGA:  Omah Kelor, Wadah Berbagi Ilmu Sekaligus Memproduksi Olahan Makanan Berbahan Daun Kelor

“Maka dari itu, sasaran dari ide kami adalah PT PKT,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa secara garis besar, terdapat lima hal yang menjadi cikal bakal ide ini. Pertama adalah kegiatan produksi pupuk yang ditengarai menjadi penyumbang terbanyak gas amonia.

“Alasan kedua adalah hadirnya regulasi baru pemerintah terkait pajak emisi gas karbon yang mengharuskan pelaku ekonomi beralih ke aktivitas ekonomi hijau,” papar mahasiswi berhijab tersebut.

Di samping itu, lanjutnya, harga produk yang meningkat serta pesatnya teknologi kompetitor juga dinilai menjadi alasan lainnya. “Ditambah, kini telah terjadi pergeseran pasar di dunia agribisnis dengan hadirnya sustainable product atau produk ramah lingkungan,” terang gadis kelahiran Lumajang, 10 Desember 2001 tersebut.

BACA JUGA:  Ini Dia Nama-Nama Tujuh Profesor Baru di ITS

Dalam penyusunan ide ini, menurut Annisa, Tim Macario menggunakan metode analisis Threats, Opportunities, Weaknesses, Strengths (TOWS), metode micro, metode macro, serta metode QSPM. Metode TOWS sendiri, timpal Annisa, digunakan untuk mendapatkan kebijakan strategis dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang dimiliki PT PKT.

Selanjutnya, papar Annisa, metode micro dilakukan dengan memahami persaingan suatu industri, mengidentifikasi posisi bisnis, serta memposisikan perusahaan agar lebih unggul daripada kompetitor. “Sedangkan analisis macro dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi suatu perusahaan,” terang Annisa lebih lanjut.

Terakhir, dijelaskan Annisa, metode QSPM digunakan sebagai upaya penentuan prioritas alternatif strategi yang diperoleh dari analisa Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil dari analisis metode ini adalah PT PKT dapat mengimplementasikan developing new business & technologies menjadi strategi yang tepat sembari menunggu Carbon Capture Storage (CCS) berhasil dibentuk di tahun 2040 mendatang.

BACA JUGA:  Erick Thohir Apresiasi Pemkot Surabaya, Piala Presiden 2025 Sukses Dorong Sport Tourism

Berkat pemikiran baru ini, Tim Macario telah berhasil menyabet juara ketiga di ajang GAMA BCC 2022 tersebut. Dalam kompetisi tersebut, Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nawal Nely selaku juri memberikan respon yang positif terhadap ide itu. Ia pun memberi masukan kepada Tim Macario untuk kembali menggali informasi model bisnis dan memperhatikan kelayakan dari segi finansial.

Dalam penyusunan ide ini, Annisa mengaku bahwa timnya secara aktif melakukan bimbingan secara asinkronus maupun sinkronus dengan dosen pembimbingnya, Niniet Indah Arvitrida ST MT PhD. “Di samping itu, kami juga berusaha mencari referensi dari jurnal serta aktif mengamati kompetisi lain yang serupa,” ungkapnya. (ST05)

Tags: Emisi KarbonGadjah Mada Business Case CompetitionGAMA BCCITS
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gelaran Pasar Murah di Sukodadi Diserbu Warga, Gubernur Khofifah Sediakan Harga Bahan Pokok Terjangkau bagi Masyarakat Lamongan

Rabu, 4 Maret 2026

Gubernur Khofifah dan Kepala Kanwil BPN Jatim Serahkan 444 Sertipikat Hak Pakai untuk Pemprov dan Tempat Ibadah, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Aset Daerah

Rabu, 4 Maret 2026
Gubernur Khofifah saat menjadi pembicara kehormatan pada Rapat Pimpinan Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 yang digelar di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya.

Di Rapim Kodam V/Brawijaya 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Sinergi “Nyekrup” Pemprov Jatim–Kodam V/Brawijaya Dukung dan Sukseskan Program Strategis Nasional

Rabu, 4 Maret 2026

Zakat Tembus Rp 18 Miliar, Wali Kota Eri Sebut Masjid Cheng Hoo Simbol Kebersamaan Surabaya

Rabu, 4 Maret 2026

Berita Terkini

Gelaran Pasar Murah di Sukodadi Diserbu Warga, Gubernur Khofifah Sediakan Harga Bahan Pokok Terjangkau bagi Masyarakat Lamongan

Rabu, 4 Maret 2026

Gubernur Khofifah dan Kepala Kanwil BPN Jatim Serahkan 444 Sertipikat Hak Pakai untuk Pemprov dan Tempat Ibadah, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Aset Daerah

Rabu, 4 Maret 2026
Gubernur Khofifah saat menjadi pembicara kehormatan pada Rapat Pimpinan Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 yang digelar di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya.

Di Rapim Kodam V/Brawijaya 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Sinergi “Nyekrup” Pemprov Jatim–Kodam V/Brawijaya Dukung dan Sukseskan Program Strategis Nasional

Rabu, 4 Maret 2026

Zakat Tembus Rp 18 Miliar, Wali Kota Eri Sebut Masjid Cheng Hoo Simbol Kebersamaan Surabaya

Rabu, 4 Maret 2026

Cari Titik Temu Lebar Sungai Kalianak, Pemkot Surabaya Kedepankan Musyawarah

Rabu, 4 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In