• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 11 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Pemkot Surabaya Gandeng Tokoh Masyarakat

by Redaksi
Senin, 8 Agustus 2022
Sosialisasi tentang pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di kantor Kecamatan Wonocolo.

Sosialisasi tentang pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di kantor Kecamatan Wonocolo.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, Pemkot Surabaya menggelar sosialisasi di kantor Kecamatan Wonocolo, Senin (8/8). Sosialisasi ini merupakan program bersama antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya dengan Kecamatan Wonocolo.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, sosialisasi merupakan bagian dari kegiatan rutin untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, tokoh agama dan Kader Surabaya Hebat (KSH). Tujuannya agar tahu bagaimana cara mengatasi, ketika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dengan sosialisasi ini, kami harapkan tokoh masyarakat, kader, RT/RW bisa menyampaikan materi yang sudah kami sampaikan saat sosialisasi,” kata Maria.

Ia menyebutkan, materi sosialisasi pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual kepada anak itu bisa disampaikan melalui berbagai kegiatan atau forum masyarakat. “Mungkin lagi kumpul pengajian, arisan dan sebagainya itu ilmunya bisa disampaikan oleh para tokoh masyarakat,” sebut Maria.

BACA JUGA:  Nama Sekda Pemkot Surabaya Dicatut untuk Modus Penipuan

Kegiatan sosialisasi ini bukan hanya digelar di Kecamatan Wonocolo, tetapi juga diadakan bergantian di 10 titik kecamatan berbeda. Yang sudah dilakukan sosialisasi diantaranya adalah ada di Kecamatan Pakal, Semampir, Simokerto, dan hari ini di Wonocolo.

“Dalam setahun kami mengadakan sosialisasi di 10 titik kecamatan di antaranya sudah dilakukan di kecamatan – kecamatan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Wonocolo, Muslich Hariadi mengatakan, sosialisasi bertema “Penghapusan Kekerasan di dalam Rumah Tangga” itu, bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus menampung keluhan masyarakat agar mendapatkan solusi. Dalam sosialisasi itu, ada beberapa poin penting yang disampaikan, antara lain yaitu penyampaian Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

BACA JUGA:  Kolaborasi Pemkot Surabaya dan DBL Indonesia, Tingkatkan Ekonomi Nyata Bagi UMKM

“Selanjutnya, memberikan sosialisasi bagaimana masyarakat menghadapi warga yang menghadapi masalah atau kekerasan dalam rumah tangga, bagaimana cara menyampaikan untuk memberikan solusi atau cara mengingatkannya,” kata Muslich.

Menurut dia, tokoh masyarakat, LPMK, Ketua RT/RW dan masyarakat lainnya harus berani mengingatkan, jika ada warga yang mengalami masalah keluarga. Bila tidak mampu, warga bisa melaporkan hal tersebut ke tingkat kelurahan atau kecamatan untuk ditindak lanjuti.

“Ketika ada masalah dalam rumah tangga dampaknya bisa ke anak, ketika anak dihadapkan dengan kekerasan secara verbal atau non verbal pasti akan menimbulkan efek buruk ke depannya bagi anak tersebut. Maka dari itu sosialisasi ini sangat penting,” tuturnya.

BACA JUGA:  Surabaya Rumah Bersama, Warga Diminta Jaga Iklim Kondusif dan Tolak Tindakan Anarkis

Di Kecamatan Wonocolo, sambung Muslich, ada 14 aduan akibat tidak bisa membayar SPP bahkan ada yang tidak bisa menebus ijazah. Masalah itu, menurutnya dapat memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pengaduan tersebut langsung dia respon untuk menghindari terjadinya KDRT.

“Makanya, ini saya rekap dulu warga yang tidak bisa nebus ijazah itu MBR atau bukan. Meskipun bukan MBR, gajinya Rp 7 juta, tapi karena biaya sekolah itu mahal dan nunggak, pasti juga butuh dana besar, nah ini masukkan bagi kami (pemkot) untuk mencarikan jalan keluarnya,” pungkasnya. (ST01)

Tags: KDRTKekerasan AnakPemkot SurabayaTokoh Masyarakat
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto ilustrasi

Dorong SMK Jatim Cetak Lulusan Siap Industri, Perbanyak Sertifikasi dan Praktik Industri

Senin, 11 Mei 2026
Gubernur Khofifah saat menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Gedung Negara Grahadi

Gubernur Khofifah Terima Kepala BRIN di Grahadi, Bangun Kolaborasi Perkuat Riset dan Hilirisasi Inovasi Berdampak Bagi Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela meresmikan wisata edukasi pemadam cilik (Wisdamcil) Rumah Om Firman (Fireman) di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Wisdamcil ‘Rumah Om Firman’ untuk Anak PAUD hingga SD

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di sela meresmikan PAUD negeri yang berpusat di TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal.

Pemkot Surabaya Resmikan Tiga PAUD Negeri Sekaligus

Senin, 11 Mei 2026

Berita Terkini

Foto ilustrasi

Dorong SMK Jatim Cetak Lulusan Siap Industri, Perbanyak Sertifikasi dan Praktik Industri

Senin, 11 Mei 2026
Gubernur Khofifah saat menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Gedung Negara Grahadi

Gubernur Khofifah Terima Kepala BRIN di Grahadi, Bangun Kolaborasi Perkuat Riset dan Hilirisasi Inovasi Berdampak Bagi Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela meresmikan wisata edukasi pemadam cilik (Wisdamcil) Rumah Om Firman (Fireman) di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Wisdamcil ‘Rumah Om Firman’ untuk Anak PAUD hingga SD

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Minta Pengelola dan Pedagang Pasar Tanjungsari Patuhi Jam Operasional

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di sela meresmikan PAUD negeri yang berpusat di TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal.

Pemkot Surabaya Resmikan Tiga PAUD Negeri Sekaligus

Senin, 11 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In