• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

BUMN Gandeng ITS Kembangkan Teknologi Kontainer Berpendingin

by Redaksi
Jumat, 29 Juli 2022
(mulai dua dari kiri) Warek IV ITS Bambang Pramujati, Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Yossianis Marciano usai tandatangan MoU.

(mulai dua dari kiri) Warek IV ITS Bambang Pramujati, Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Yossianis Marciano usai tandatangan MoU.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Kebutuhan akan refrigerated container (reefer) atau kontainer yang berpendingin di industri semakin meningkat. Memenuhi kebutuhan tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan teknologi reefer di bidang logistik.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati menjelaskan, kerja sama ini dilatarbelakangi meningkatnya permintaan kebutuhan reefer oleh Pelni. Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengajak perguruan tinggi mengembangkan teknologi dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari reefer.

Bambang melanjutkan, ITS semakin menunjukkan semangatnya untuk terus berkontribusi secara nasional dalam memberi kebermanfaatan bagi masyarakat dan industri. Kontribusi ini sendiri datang dalam beberapa hal seperti penerapan teknologi dari penelitian yang ada, penelitian dan pengembangan teknologi baru, pendidikan dan pelatihan, hingga pemberian bantuan teknis seputar bidang ini.

BACA JUGA:  ITS Masuk Nominasi THE DataPoints Social Impact Award

Pengembangan-pengembangan tersebut dilakukan untuk menciptakan reefer yang memiliki berbagai keunggulan namun tetap ekonomis. Salah satunya, penggunaan material menjadi sebagian aspek sisi yang dikembangkan.

“Dalam pemilihan material turut mempertimbangkan salah satu hasil penelitian dosen ITS yang menggunakan material komposit yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca pada kontainer,” jelasnya.

Selain itu, sistem refrigerasi yang digunakan juga mengombinasikan sistem kompresi uap dan phase change material (PCM). Hal ini bertujuan untuk membuat reefer dapat menghemat penggunaan energi sebesar 20 hingga 30 persen dari reefer konvensional.

BACA JUGA:  Pj Sekdaprov Jatim Sampaikan Komitmen Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Tak hanya itu, hal ini turut didukung dengan pemanfaatan internet of things (IoT) yang bertujuan untuk mengontrol sistem pendingin serta monitoring suhu dan kelembaban reefer.

Nantinya, skema kerja sama ITS dengan Pelni dan INKA ini turut menjadi salah satu bentuk peningkatan produk buatan dalam negeri. Hal ini sendiri diperkuat dengan adanya dukungan dari tim peneliti di ITS yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi yang dimanfaatkan pada pengembangan produk tersebut.

Berlangsung selama dua tahun, kerja sama ini akan melibatkan tim peneliti yang terdiri atas dosen-dosen dari berbagai disiplin ilmu di ITS. “Mulai dari dosen dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Departemen Teknik Instrumentasi, dan Departemen Teknik Sistem dan Industri,” bebernya.

BACA JUGA:  Tim Mahasiswa ITS Kembangkan Inovasi Biosensor Deteksi Gangguan Neurologis

Bambang berharap, nantinya lewat kerja sama ini dapat meningkatkan pula Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk reefer tersebut. “Kerja sama ini menjadi salah satu tantangan sekaligus kesempatan untuk meningkatkan TKDN dari produk yang dikembangkan,” tutupnya optimistis.

Kerja sama antara ITS bersama Pelni dan INKA ini sendiri telah diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan secara luring, Kamis (21/7) lalu. (ST05)

Tags: BUMNINKAITSKontainerPelni
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026

Berita Terkini

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In