SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Di sela membuka Seminar Perumahsakitan Ke-16 Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Wilayah Jatim dan Hospital Expo XVI di Grand City Convex Surabaya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi pameran alat kesehatan yang diikuti oleh 76 perusahaan nasional.
Mantan Menteri Sosial itu mengatakan, adanya produk dalam negeri yang dipamerkan menjadi bagian penting untuk bisa mengukur sejauh mana arahan Presiden RI Joko Widodo sudah bisa breakdown dalam teknologi kesehatan, terutama dengan berbagai alat kesehatan yang dibutuhkan dalam pelayanan di rumah sakit.
“Maka dari itu, setiap saat yang saya tanyakan antara lain adalah berapa persen local content yang digunakan? Ada yang masih 100 persen impor tapi manufacturingnya akan dilakukan di Indonesia sembari kemudian memberikan penguatan pada local content,” tuturnya.
Khofifah juga mendiskusikan bagaimana melakukan pengembangan dari berbagai transformasi pelayanan kesehatan.
“Di sini mereka bisa mengeksplor sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Yang penting adalah bahwa ada komitmen untuk memberikan penguatan local content dari seluruh alkes yang sedang ditunjukkan hari ini,” pesannya.
Sebelumnya, Khofifah mendorong setiap rumah sakit segera mengaplikasikan layanan berbasis digital yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Dalam menerapkan layanan berbasis digital harus selaras dengan 6 pilar transformasi pada sektor kesehatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Khofifah menyebut, salah satu cara untuk mengamalkan pilar pertama yakni transformasi layanan primer adalah dengan mendigitalisasi medical records. Ia mengatakan, untuk mencapai hal ini dapat dimulai dari membiasakan diri dengan hal-hal kecil.
“Dari Kemenkes sudah ada 6 pilar transformasi kesehatan yang bisa kita breakdown karena digitalisasi memang sudah harus diadaptasi oleh kita semua,” ujarnya.
Terkait medical records tersebut, lanjut Khofifah, sangat penting bagi semua pasien saat berobat. Jika rekam medis sudah terdigitalisasi, maka kemudahan akan dirasakan oleh pasien dalam menjalani perawatan kapanpun dan di manapun. (ST02)





