• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

GPEI Jatim Berharap Ada Perbaikan Pertanian dan Perkebunan

by Redaksi
Minggu, 27 Maret 2022
ilustrasi perkebunan teh. (foto: istimewa)

ilustrasi perkebunan teh. (foto: istimewa)

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) Jawa Timur meminta pemerintah memperbaiki produksi hulu sektor pertanian dan perkebunan. Langkah ini penting untuk menekan ongkos produksi sekaligus memperbaiki produktivitas.

“Saat ini produksi pertanian dan perkebunan masih di bawa rata-rata. Seperti kopi dan kakao itu masih di kisaran 600-700 kg per hektar. Idealnya 1-1,5 ton per hektar,” kata Ketua GPEI Jawa Timur, Isdarmawan Asrikan.

Dengan memperbaiki produk pertanian dan perkebunan, lanjutnya, bisa mengganti bahan baku industri pangan atau olahan, yang banyak bergantung dari impor. Sementara ongkos mendatangkan barang dari luar negeri tidak murah.

BACA JUGA:  Kodim Bojonegoro Gelar Katpuan Apkowil Tersebar

“Sekarang ramai perang Rusia dan Ukraina. Sementara kita punya pasar di Rusia, yakni produk kopi-susu. Sebaliknya, Ukraina salah satu negara pemasok gandum ke Indonesia. Belum lagi ongkos ocean freight sekarang naiknya berlipat-lipat,” urainya.

Disebutkan Isdarmawan bahwa ocean fright tujuan pelabuhan utama di Eropa mencapai tembus USD15.000 per peti kemas ukuran 40 kaki. Padahal sebelum pandemi Covid-19 harganya masih USD2.500.

Begitu juga dengan ongkos tujuan Amerika Serikat (AS). Untuk tujuan east coast tembus USD19.000-21.000. Sebelum pandemi di kisaran USD3.000-USD4.000. Sedangkan tujuan west coast sudah mencapai USD13.000-USD15.000 dari USD2.000-USD3.000.

BACA JUGA:  Tingkatkan UMKM Melalui Sertifikasi dan Standarisasi

“Ini jelas memberatkan pengusaha, dan kita tidak bisa berbuat banyak, karena pasar lah yang menentukan (tarif),” tegasnya.

Ditambah lagi Indonesia tidak memiliki kapal perdagangan internasional. Padahal Indonesia pernah memiliki Djakarta Llyod dan Trikora Llyod di era 80 hingga 90-an.

GPEI Jatim berharap ada teknologi untuk mendongkrak produktivitas produk pertanian dan perkebunan. Sementara lahan yang ada masih memungkinkan untuk dikembangkan. Terlebih Indonesia merupakan negara agraria yang berpotensi meningkatkan produksi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur ekspor produk pertanian tercatat USD137,9 juta pada bulan Februari 2022. Nilai tersebut berkontribusi 7,4 persen dari total ekspor Jatim yang mencapai USD1,8 miliar. (ST01)

BACA JUGA:  102 UMKM Ramaikan Bank Jatim QRIS Ramadan Vaganza di Balai Kota
Tags: GPEI JatimPerkebunanPertanian
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In