• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Profesor ITS Teliti Jamur Pelapuk Kayu untuk Limbah Industri

by Redaksi
Jumat, 18 Maret 2022
Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD saat melakukan penelitian pada jamur pelapuk kayu coklat sebagai bahan untuk biodegradasi di laboratorium Departemen Kimia ITS.

Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD saat melakukan penelitian pada jamur pelapuk kayu coklat sebagai bahan untuk biodegradasi di laboratorium Departemen Kimia ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Limbah industri yang masih belum ditangani dengan tepat dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu kehidupan makhluk hidup lain. Beranjak dari hal tersebut, profesor dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD berinovasi memanfaatkan jamur pelapuk kayu sebagai pendegradasi limbah industri.

Sebagai pendahuluan, Adi menyampaikan latar belakang pemanfaatan jamur sebagai biodegradasi limbah karena jamur memiliki banyak enzim yang dapat digunakan untuk menguraikan polutan-polutan. Pada umumnya, jamur pelapuk kayu dibagi menjadi dua jenis yaitu jamur pelapuk kayu putih dan jamur pelapuk kayu coklat.

“Karena jarang diteliti, saya tertantang untuk meneliti jamur pelapuk kayu coklat,” paparnya.

BACA JUGA:  RS Siloam Cito Terapkan Standar Tinggi untuk Operasional Rumah Sakit

Lebih lanjut, pria kelahiran Surabaya, 24 Juli 1980 ini menuturkan bahwa secara teori, jamur pelapuk kayu coklat mengandung senyawa radikal hidroksil yang mampu mendegradasi struktur kimia kompleks pada limbah polutan. Selain itu, Adi menemukan jamur pelapuk kayu coklat, khususnya spesies Fomitopsis pinicola, diketahui memiliki kemampuan degradasi limbah yang sangat tinggi.

Adi mengungkapkan bahwa jamur memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang tinggi seperti yang mengandung toksisitas tinggi, pH rendah, dan nutrisi yang sedikit. Karena itu, jamur dinilai sesuai untuk menjadi agen pendegradasi limbah-limbah kimiawi.

“Tapi durasi proses biodegradasi ini memakan waktu yang lama yaitu dua minggu,” tandas suami dari Sri Fatmawati SSi MSc PhD ini.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Inovasikan Jalan Berlapis Panel Surya pada Jembatan

Untuk mempercepat proses biodegradasi, Adi mengombinasikan jamur tersebut dengan bakteri yang memiliki kemampuan biodegradasi yang tinggi seperti Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Ralstonia pickettii. Selain itu, Adi juga membuat produk berupa super-adsorpsi yang mengandung jamur dan bakteri agen pendegradasi.

“Saya membuat super-adsorpsi agar proses degradasi limbah menjadi lebih cepat,” ungkap ayah empat anak ini.

Ilustrasi kultur campuran jamur dan bakteri sebagai bahan dasar pembuatan super-adsorpsi untuk biodegradasi limbah industri.

Dalam implementasinya, super-adsorpsi dengan bahan jamur dan bakteri ini diterapkan pada limbah tekstil dari industri batik. Pada prinsipnya, bahan super-adsorpsi akan dimasukan ke dalam reaktor pendegradasi yang berisi limbah tekstil dan bahan-bahan adsorben lain seperti arang aktif, mangan, dan zeolit. Kemudian, reaktor dibiarkan bekerja selama kurang lebih satu minggu.

BACA JUGA:  Tingkatkan Akurasi Data Spasial, ITS Luncurkan Low-Cost GNSS Receiver

Meski begitu, lanjutnya, super-adsorpsi tersebut belum memiliki tingkat efisiensi yang tinggi. Adi menuturkan bahwa efisiensi yang rendah ini disebabkan oleh produksi super-adsorpsi yang sulit, sehingga limbah yang telah dimasukan ke dalam reaktor masih dalam kondisi yang pekat.

“Kesulitannya karena ini berisi jamur dan bakteri sehingga proses pembuatannya masih satu persatu dan dalam kondisi steril,” terang profesor ke-147 ITS yang baru dikukuhkan pada 15 Maret lalu.

Untuk penelitian ke depan, Adi menyampaikan bahwa akan tetap terus mengembangkan proses degradasi limbah industri seperti degradasi limbah plastik dengan memanfaatkan berbagai potensi di alam.

“Harapannya juga, melalui penelitian-penelitian tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata dengan sempurna,” tutupnya. (ST05)

Tags: ITSJamur Pelapuk KayuLimbah IndustriProfesor
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In