• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Wali Kota Eri: ASN Jangan Sombong dan Kebanyakan Teori

by Redaksi
Senin, 21 Februari 2022
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan secara tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak (outsourcing) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Peringatan itu disampaikan oleh Eri melalui virtual di ruang kerjanya pada Senin (21/2) pagi.

Ia menegaskan agar ASN dan pegawai kontrak untuk tidak lupa bersyukur dan peduli dengan warga Surabaya yang mengalami kesusahan.

“Ketika kita mendapatkan gaji, mendapatkan tunjangan, duite sopo? (uangnya siapa). Itu uangnya masyarakat yang bayar pajak, yang bayar retribusi, itu akhirnya masuk pendapatan asli daerah (PAD) kita. Di situlah kita bayar gajinya ASN dan tunjangan, begitu pula dengan pembayaran gaji tenaga kontrak. Berarti apa, kembali lagi, itu uang dari rakyat Surabaya, maka dari itu jangan sombong jadi ASN dan tenaga kontrak,” tegasnya.

BACA JUGA:  Branding di Medsos Bisa Menaikkan Popularitas dan Elektabilitas Eri-Armuji

Karena itu, ia meminta ASN dan tenaga kontrak tidak lupa dengan zakat. Tujuan dari zakat itu, nantinya disalurkan kembali ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Pahlawan.

Menurutnya zakat bukan hanya dikhususkan untuk pegawai ASN dan tenaga kontrak yang beragama Islam, tetapi juga untuk seluruh pegawai yang bertugas di lingkungan Pemkot Surabaya. “Lek iku dilakoni (kalau itu dilakukan) Insya Allah urip iki enteng, ngadepi masalah iku yo enteng (hidup ini jadi mudah, menghadapi masalah pun juga mudah),” lanjutnya.

Eri memberikan arahan kepada seluruh Perangkat Daerah (PD), camat dan lurah serta seluruh ASN Pemkot Surabaya untuk tidak terlalu banyak teori ketika menghadapi permasalahan di tengah masyarakat. Ia yakin, katika Perangkat Daerah (PD), camat dan lurah terlalu banyak teori, maka tidak akan bisa membawa perubahan signifikan bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Surabaya Canangkan Maret Bulan Padat Karya

“Ayolah, jangan banyak teori. Tunggu ini dan itu, ayo berpikir out of the box, sing kreatif lah (yang kreatif),” ujarnya.

Agar para Perangkat Daerah (PD), ASN dan tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya lebih semangat. Wali Kota Eri Cahyadi sempat bercerita awal dia meniti karir. Di ruang kerjanya ia menjelaskan, pertama kali bergabung di Pemkot Surabaya dengan  jabatan golongan IIC.

Kala itu, Wali Eri Cahyadi sempat menjadi tenaga ketik kontrak di Dinas Bangunan. Bahkan, ia sempat diminta seniornya untuk mengajar materi Peraturan Presiden (perpres) tentang pengadaan barang dan jasa.

“Sampean salah lek ngomong Pak Eri uripe langsung enak (anda salah kalau bilang Pak Eri hidupnya langsung enak), salah. Saya dari bawah, bukan dari Golongan III jadi juragan, tidak. Saya masih ingat betul, saya juga disuruh-suruh,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Berhasil Turunkan Stunting-Kemiskinan, Wali Kota Eri dan Ketua TP PKK Surabaya Raih Penghargaan Tertinggi dari BKKBN

Dari situlah, Eri memulai karirnya hingga kini menjadi orang nomor satu di Kota Pahlawan. Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga mengingat pesan ayahandanya, jangan pernah merasa rendah dan harus punya semangat tinggi, meskipun masih menjadi pegawai Golongan II.

“Ketika saya dari Golongan II, disuruh ngetik, lulusan pasca sarjana ITS, ngununiku rasane yaopo (seperti itu gimana rasanya?). Harga diri jatuh, tapi saya tidak merasa jatuh berkat semangat dari Abah (ayah) saya. Dari situ, saya bisa belajar bagaimana menghormati wong cilik,” pungkasnya. (ST01)

Tags: ASNEri CahyadiWong Cilik
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan berbuka puasa bersama di DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026

Pelayanan Perumda Air Minum Surya Sembada Tetap Siaga Selama Libur Lebaran

Senin, 9 Maret 2026

Paket Cinta Kasih, Buddha Tzu Chi Hadirkan Senyum Warga Sidotopo Wetan Jelang Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026

Hadiri Buka Puasa Bersama Menteri Agama RI dan REI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Sinergi Percepatan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Senin, 9 Maret 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan berbuka puasa bersama di DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026

Pelayanan Perumda Air Minum Surya Sembada Tetap Siaga Selama Libur Lebaran

Senin, 9 Maret 2026

Paket Cinta Kasih, Buddha Tzu Chi Hadirkan Senyum Warga Sidotopo Wetan Jelang Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026

Hadiri Buka Puasa Bersama Menteri Agama RI dan REI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Sinergi Percepatan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Senin, 9 Maret 2026

Tak Sekadar Wisata Alam, Hutan Kota Jeruk Surabaya Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Senin, 9 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In