• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil: Kesehatan Petani Jadi Fokus Pemprov Jatim

by Redaksi
Selasa, 25 Januari 2022
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri secara langsung sarasehan "7 Mimpi Agromedis Melangkah Bersama Wagub Jatim" di Auditorium Gedung A, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember (UNEJ), Kab. Jember.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri secara langsung sarasehan "7 Mimpi Agromedis Melangkah Bersama Wagub Jatim" di Auditorium Gedung A, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember (UNEJ), Kab. Jember.

SURABAYATODAY.ID, JEMBER – Kesehatan petani Jawa Timur merupakan salah satu hal yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jatim. Kesehatan petani penting mengingat pertanian merupakan hulu dari banyak sektor.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri secara langsung sarasehan “7 Mimpi Agromedis Melangkah Bersama Wagub Jatim” di Auditorium Gedung A, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember (UNEJ), Kab. Jember, Selasa (25/1).

Menurut Emil Dardak, panggilan akrab Wagub Jatim, penyerap lapangan kerja terbesar Jatim itu ada di pertanian, yakni sepertiganya. Bahkan di Jember sendiri, 15 persen mayoritas pekerjaan ada di sektor pertanian atau perkebunan yang mana 5 persen di antara mereka merupakan buruh tani.

“Lebih jauh, kontribusi pertanian secara ekonomi di Jatim sebesar 10-11persen. Yang terbesar memang sektor industri dengan 30 persen, tapi industri ini sendiri tidak bisa lepas dari pertanian. Jadi, kalau kesehatan petani tidak terjaga, perekonomian Jatim akan terganggu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemprov Jatim Tangani Jaringan Listrik Terdampak Banjir Lahar Dingin Lumajang

Sektor pertanian, terang Emil, juga berperan dalam penentuan tingkat stunting di Jawa Timur. Pasalnya, hulu dari gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak terletak di masalah gizi kronis.

“Tingkat prevalensi stunting di Jember ini berada di rata-rata 23,5 persen menurut Studi Status Gizi Indonesia atau SSGI 2021. Sebagai daerah dengan tingkat okupansi di pertanian yang tinggi, angka stunting ini mengkhawatirkan,” ucapnya.

Emil menerangkan, selama ini masyarakat dan bahkan pihak-pihak yang terlibat dalam bidang kesehatan bbiasanya lebih fokus pada penyembuhan dan bukannya tindakan preventif.

BACA JUGA:  4 Pejabat Dilantik Sebagai Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Jatim

“Selama ini kita lebih fokus pada kuratif dan bukannya preventif. Mindset ini yang harus diubah. Dan karena pertanian ini merupakan hulu dari banyak sektor, fokus kesehatan di bidang ini perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Untuk itu, mantan bupati Trenggalek itu menyebutkan ada tiga langkah yang sekiranya dapat dilakukan untuk mulai menerapkan agromedis di kehidupan sehari-hari.

“Yang pertama adalah bagaimana kita mengemas informasi yang mudah dicerna masyarakat, terutama buruh tani. Kedua, penyuluhan pertanian. Terakhir, ruang pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Terkhusus poin penyuluhan pertanian, Emil menjelaskan bahwa apa yang harus dipikirkan bukan hanya perihal edukasi kepada penduduk, namun juga pertanggungjawaban dari pihak penyuluh.

BACA JUGA:  Khofifah Minta Bupati/Wali Kota se-Jatim Ambil Langkah Strategis Cegah Gangguan Keamanan

“Jadi tugas kita nanti tidak sekedar membangun awareness akan kesehatan di sektor pertanian maupun perkebunan, tapi juga mengawal sampai implementasinya. Jadi nanti kalau ada petani yang masih tidak menerapkan protokol kesehatan atau menggunakan pengaman, si penyuluh ini harus bertanggungjawab,” paparnya.

Di akhir, Emil mengapresiasi UNEJ karena berfokus pada agromedis. Sebab, tak banyak dari pihak maupun instansi terkait yang menaruh perhatian penuh di sektor ini.

“UNEJ ini luar biasa, karena dari sinilah saya baru menemui istilah agromedis. Semoga cita-cita untuk menjadi pusat agromedis Asia Tenggara bisa terwujud. Saya pikir ini sudah positioning yang bagus dan dengan reputasi UNEJ sebagai kampus bergengsi di wilayah Tapal Kuda, cita-cita ini bisa diwujudkan,” tutupnya. (ST02)

Tags: AgrowisataKesehatanPemprov JatimPetaniSarasehanWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In