• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Varian Omicron Masuk di Surabaya, Dinkes Terapkan Sejumlah Sistem Surveilans

by Redaksi
Rabu, 5 Januari 2022
Sejumlah mobil ambulans disiagakan untuk penanganan kasus Covid-19 di Kota Surabaya (foto ilustrasi).

Sejumlah mobil ambulans disiagakan untuk penanganan kasus Covid-19 di Kota Surabaya (foto ilustrasi).

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyatakan varian Omicron sudah masuk ke Surabaya. Di Kota Pahlawan, ada satu kasus yang terkonfirmasi virus tersebut.

Kasus tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang keluar pada tanggal 2 Januari 2022 lalu. Sedangkan satu kasus positif RT-PCR yang merupakan kontak erat pasien Omicron, masih berstatus Probabel Omicron.

Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina. Ia menyatakan status Probabel Omicron itu berdasarkan hasil pemeriksaan S-Gene Target Failure (SGTF) yang keluar pada 4 Januari 2022 lalu. Sedangkan pasien omicron saat ini menjalani isolasi di rumah sakit dengan kondisi baik dan bergejala ringan.

“Sedangkan kasus probabel omicron, juga menjalani isolasi di RS dan kondisinya baik dan tidak bergejala,” ungkap Nanik Sukristina, Rabu (5/1).

BACA JUGA:  Tampung Pasien Covid-19, Jajaran UPT Asrama Haji Dapat Penghargaan

Ia menjelaskan pasca ditemukannya kasus Omicron ini, Dinkes langsung tanggap. Pihaknya melakukan tracing secara intensif dan massif serta konsisten dengan melibatkan sejumlah pihak.

“Mulai dari Puskesmas, RS, Satgas Covid-19 di wilayah serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang memfasilitasi koordinasi dengan Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” ungkap dia.

Selain itu, kata dia, Dinkes Surabaya juga menerapkan sejumlah sistem surveilans untuk mencegah penyebaran kasus tersebut. Antara lain, membuat Surat Edaran (SE) kepada direktur rumah sakit dan Puskesmas se-Kota Surabaya tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron. Lalu, upaya penemuan secara aktif kasus Covid-19 terus dilakukan di Organisasi Perangkat daerah (OPD) atau instansi pemerintahan, kelurahan, kecamatan, pertokoan, mal dan sekolah.

BACA JUGA:  ITS Mulai Berlakukan Perkuliahan Hybrid

“Kasus positif Covid-19 yang ditemukan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan mengirim sampel untuk diperiksa dengan metode SGTF (S Gene Target Failure) yang dikirim ke BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Surabaya dan WGS yang dikirim ke ITD (Institute of Tropical Disease) Unair,” tambahnya.

Tak hanya itu, Nanik juga menyatakan, bahwa Dinkes Surabaya juga intens mencari kontak erat semua kasus konfirmasi Covid-19 maupun yang telah terkonfirmasi varian Omicron. Selanjutnya, setiap kontak erat tersebut, dilakukan pengambilan swab dan diperiksa dengan metode SGTF dan WGS.

“Kami juga melakukan isolasi kepada kasus yang terkonfirmasi Covid-19 yang tidak bergejala atau bergejala ringan di tempat yang sudah disediakan, yakni di Hotel Asrama Haji (HAH), serta melakukan karantina kepada kontak erat kasus konfirmasi Covid-19,” paparnya.

BACA JUGA:  Bulan Imunisasi Anak Nasional di Surabaya Sasar 178.876 Anak

Tak hanya itu, Dinkes juga melakukan pengawasan dan pemantauan kepada kasus konfirmasi Covid-19 beserta kontak erat di tempat isolasi/karantina. “Untuk pasien terkonfirmasi Covid-19 yang bergejala sedang hingga berat, maka dirujuk ke RS rujukan di Kota Surabaya,” imbuhnya.

Sebagai diketahui, ada sebanyak 38 RS rujukan Covid-19 di Kota Surabaya dengan Isoter yang disediakan pemkot di HAH. Dengan rincian, tempat tidur (TT) RS rujukan sebanyak 2.886 TT dan isoter di HAH sebanyak 899. (ST01)

Tags: Covid-19Dinas KesehatanSistem SurveilansVarian Omicron
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In