SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Upaya percepatan vaksinasi dilakukan secara massal. Selain menggelar vaksinasi di titik yang ditentukan, vaksinasi juga dilaksanakan secara on the spot.
Seperti yang dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya. Vaksinasi itu digelar di pintu masuk Surabaya, tepatnya di kawasan Bundaran Waru, (6/10).
Puluhan aparat kepolisian dikerahkan di pintu masuk menuju Jalan Ahmad Yani. Para pengendara kemudian dihentikan. Namun bukan untuk diminta menunjukkan SIM dan STNK, melainkan ditanyai apakah pengendara sudah vaksin atau belum.
Jika belum vaksin baik dosis pertama atau kedua, polisi mengarahkan pengendara ke tenda vaksinasi. Peserta vaksin cukup menyerahkan KTP lalu melakukan pendaftaran ke petugas registrasi. Proses pendaftaran hingga penyuntikan vaksin, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.
Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo mengatakan vaksinasi ini tidak hanya diperuntukan bagi warga Surabaya, melainkan warga luar Surabaya diperbolehkan vaksin. “Untuk warga yang belum vaksin bisa langsung daftar di lokasi. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Jatim,” ujarnya.
Ia menyebut menyediakan 500 dosis setiap hari. “Kalau masih kurang akan ditambah,” tambahnya.
Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menambahkan, vaksinasi on the spot didukung oleh dua bus vaksin. “Ini merupakan langkah lanjutan vaksinasi gerai yang merupakan vaksinasi berskala besar, vaksinasi yang dilakukan di Puskesmas dan 22 mobil gerai vaksin yang sekarang sedang operasional, dan penambahan 10 mobil lagi,” terangnya.
Akhmad Yusep Gunawan kembali mengatakan, upaya lain untuk percepatan vaksinasi dan mencegah risiko penularan Covid-19 di Surabaya, adalah dibentuknya tim vaksin hunter. “Mereka menyasar pusat keramaian untuk mengingatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Selain itu melakukan vaksinasi kepada warga yang belum divaksin,” jelasnya.
Menurut Akhmad Yusep Gunawan, vaksinasi di Surabaya sudah mencapai 109 persen dosis 1, dan 72 persen dosis 2. Sedangkan lansia sudah 91 persen. ” Ini merupakan bukti kita serius, sesuai arahan pemerintah,” ungkapnya.
Akhmad Yusep Gunawan kembali mengingatkan warga Surabaya supaya tetap mematuhi protokol kesehatan. “Sehingga masyarakat sehat, siap bersosialisasi dengan cara-cara new normal dan ekonomi menjadi lebih baik,” pungkasnya. (ST01)





