• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Tim Spektronics ITS Raih Juara di Chem-E-Car Jerman

by Redaksi
Sabtu, 25 September 2021
Prototype mobil kebanggaan Tim Spektronics ITS yang digerakkan dengan adanya tekanan yang dihasilkan dari gas.

Prototype mobil kebanggaan Tim Spektronics ITS yang digerakkan dengan adanya tekanan yang dihasilkan dari gas.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Terus melenggang dengan capaian-capaian prestasi yang gemilang, Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukirkan prestasi bertaraf internasional. Kali ini, tim ini menduduki podium kejuaraan posisi ke-2 di ajang Chem-E-Car internasional yang diselenggarakan kjVI VDI Germany secara daring, Rabu (22/9) lalu.

Verein Deutscher Ingenieure (VDI) sendiri merupakan asosiasi insinyur di Jerman yang telah menyelenggarakan perlombaan Chem-E-Car selama 16 tahun ini. Dalam kompetisi VDI Chem-E-Car ini, dilombakan purwarupa mobil yang menggunakan reaksi kimia untuk mencapai jarak yang telah ditentukan.

Namun bukan yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana mobil bisa mencapai akurasi yang tepat. “Di sinilah keunggulan kami dibandingkan tim lain, kami mampu mendapatkan jarak error paling kecil yaitu hanya 0,06 centimeter kurangnya dari jarak yang ditentukan,” terang Delvin Theodorus Hansell, salah satu tim teknis Spektronics ITS.

Tak hanya berkenaan dengan aspek akurasi, sambung mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini, aspek safety juga menjadi penilaian penting. “Jangan sampai timbul kebocoran gas yang dapat menginisiasi ledakan berbahaya, karena di sini kami bermain dengan reaksi, larutan kimia, dan alat kelistrikan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Lucunya Para Reporter Cilik Nurul Fikri Meriahkan Hari Pers Nasional

Bergabung juga bersama Delvin, keenam rekannya yakni Michael Adrian Subagio selaku ketua tim, Lulu Sekar Taji, Rahardian Mahendra Daniswara, Naning Retno Astuti, serta Ulfiyah Afnian Sari dalam lomba yang memakan waktu tiga bulan untuk persiapannya ini.

Ia menjelaskan satu bulan pertama dikhususkan untuk menyiapkan dokumen safety aspect yang mencakup perhitungan tekanan, temperatur, bagaimana mobil bekerja dan mekanismenya seperti apa. “Di sinilah panitia menentukan siapa yang boleh mengikuti lombanya,” jelas Delvin.

Dalam sisa waktu dua bulan terakhir, lanjut Delvin, Tim Spektronics bergegas mempersiapkan mobil dari awal yang dilingkupi dengan trial and error untuk mencapai akurasi yang tepat. Diakuinya, tim sempat mengalami tantangan dalam mempersiapkan reaksi serta circuit electrical yang sempat mengalami kegagalan berulang hingga menemukan solusinya usai lima kali percobaan.

“Memang bukan sebuah perlombaan yang mudah, tetapi bukan berarti Spektronics tidak bisa menghadapinya,” tandas mahasiswa penerima Beasiswa XL Future Leaders tersebut.

Adapun mobil yang dirancang oleh tim kebanggaan ITS ini adalah prototipe mobil yang digerakkan dengan adanya tekanan yang dihasilkan dari gas. Dalam hal ini, tim menggunakan reaksi dekomposisi hidrogen peroksida dengan katalis ferri klorida yang menghasilkan oksigen dalam jumlah besar dan memberikan tekanan yang besar.

BACA JUGA:  Guru Besar ITS Kembangkan Teknologi Adaptif untuk Siswa

Ketika tekanan dikompres dalam reaktor, maka akan mendorong pneumatik untuk membuat mobil dapat bergerak maju. “Mobil ini mirip dengan rancangan kami yang meraih juara pertama di AIChE Chem-E-Car Competition tahun 2017 lalu, tentunya lengkap dengan inovasi menjadi lebih baik,” ungkap Delvin.

Dalam rancangan mobil yang menyabet juara 2 ini, Tim Spektronics mengusung tiga fitur unik yakni Single Action Mechanism through Electrical Circuit, Solenoid dan Check Valve. Dalam hal ini, dari rancangan sebelumnya ditambahkan otomatisasi yang lebih tinggi menggunakan circuit electrical untuk membantu reaksinya dapat tertahan, sehingga tekanan dan suhu yang dihasilkan lebih tinggi.

“Mobil ini digerakkan dengan single action mechanism dengan hanya menekan satu tombol untuk berjalan, sehingga sangat mudah dan efisien,” jelas Delvin.

Tim Spektronics ITS ketika berlaga secara virtual di kjVI VDI Germany Chem-E-Car Competition.

Mengenai perbedaan waktu dan bahasa yang ada, Tim Spektronics merasa bahwa waktu bukan masalah karena telah mengatur waktu dan membagi tugas sesuai dengan zona waktu Jerman dengan Google Calendar agar tidak tertinggal satupun agendanya.

BACA JUGA:  ITS Juara Umum Kontes Kapal Indonesia 2024

Untuk menangani perbedaan bahasa, Delvin mengakui, persiapan Tim Spektronics sangat baik dengan latihan yang masif sering sehingga bisa menyamakan level bahasa Inggris yang diinginkan orang Jerman. “Kami juga meminta penilaian dari pihak tertentu mengenai cara presentasi untuk memastikan apakah sudah jelas atau belum,” urai mahasiswa angkatan 2019 tersebut.

Dengan usaha tersebut, Tim Spektronics juga diakui keunggulannya dari segi presentasi yang menarik, singkat, padat dan jelas, sehingga mendapatkan feedback yang luar biasa dan membuat para juri memahami apa yang disampaikan. “Pun demikian dari segi safety, kami memanfaatkan secara efektif material yang cukup mahal dengan tujuan untuk menjamin keselamatan dari apa yang kita gunakan,” papar Delvin.

“Kemenangan ini bukan langkah terakhir kami dalam menjajaki kompetisi internasional karena Spektronics memiliki rencana untuk memenangkan kembali kompetisi di tingkat nasional maupun internasional termasuk AIChE Chem-E-Car Competition 2022 mendatang,” pungkasnya. (ST05)

Tags: Chem-E-Car JermanITSTim Spektronics
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In