• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 24 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kemenkes Diminta Ubah Asesmen Pasien Covid-19 Dilakukan Berdasarkan Asal Daerah

by Redaksi
Jumat, 17 September 2021
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo.

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Asesmen situasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan ota Surabaya dinyatakan masuk level 1. Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo mengatakan
bahwa Surabaya memang layak level 1.

Dikatakan, jumlah pasien Covid-19 yang masih rawat inap di rumah sakit seharusnya tidak menjadi penghambat dan penghalang Surabaya masuk level 1. Sebab, pasien-pasien ini merupakan kiriman dari daerah-daerah lain.

Bahkan, ia juga memastikan bahwa pasien Covid-19 yang dirawat di RS di Kota Surabaya jumlahnya melebihi jumlah pasien terkonfirmasi positif. Dalam sepekan, selisih yang terjadi mencapai 462 kasus.

Selisih jumlah pasien di RS dan jumlah kasus aktif ini cukup aneh dan menjadi anomali data untuk Kota Surabaya. Anomali ini kemudian membuat level asesmen Surabaya tak kunjung turun.

BACA JUGA:  Manulife Peduli, Donasikan 500 Tabung Oksigen Senilai Rp 1,3 Miliar

“Pelaporan di Kemkes ini masih pakai dasar di RS. Tapi gak dipilah. Pokoknya yang dilaporkan sekian di Kota Surabaya, padahal gak dipilah,” katanya.

Selama ini, lebih lanjut, jumlah pasien di RS ini menjadi salah satu indikator penentuan asesmen level oleh Kemenkes. Namun, pasien yang dimaksud di RS tidak memandang daerah asal pasien.

Padahal, pasien yang dirawat di Kota Surabaya kebanyakan merupakan kiriman dari luar daerah. Apalagi, beberapa RS di Surabaya menjadi rujukan utama di wilayah Indonesia Timur. “Di kota-kota besar lain juga kasus rawat inapnya lebih besar dari kasus konfirmasinya karena jadi rujukan daerah-daerah lain,” ujarnya.

Karena itu, Windhu berpesan kepada Kemenkes RI agar memperbaharui peraturan mengenai batas pasien RS tersebut. Seharusnya, asesmen dilakukan berdasarkan jumlah pasien yang berasal dari daerah yang bersangkutan. “Kalau seperti ini terus banyak daerah itu tidak bisa mencapai level yang lebih rendah karena ada ketidaktepatan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Petik Jeruk Siam di Tutur Pasuruan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita memberikan data terbaru mengenai keterisian rumah sakit di Kota Surabaya. Setelah pihak Dinkes Surabaya menyurvei langsung ke tiap rumah sakit, ternyata mayoritas pasien di RS Surabaya adalah non-KTP Surabaya dengan perbandingan 63,82 persen warga luar Surabaya dan 36,18 persen warga KTP Surabaya.

“Selisihnya itu sekitar 300-an. Pada saat kami buat hasil hitungan kami, kalau hanya KTP Surabaya ada 124. Kalau kita hitung per 100.000 per minggu ada 4,25,” ungkapnya.

Karena Surabaya sudah masuk ke level 1, maka Pembina Persakmi Estiningtyas Nugraheni meminta masyarakat tidak euforia dengan kondisi seperti ini. Sebab, banyak warga yang tidak tinggal di Kota Surabaya tapi bekerja dan beraktivitas di Kota Pahlawan.

BACA JUGA:  Terbesar dalam Sejarah ITS, Delapan Profesor Dikukuhkan Sekaligus

“Kita harus konsisten dan komitmen. Jangan sampai kita abai dan lengah mengingat penyakit ini menular dari orang ke orang, seiring dengan banyaknya kegiatan dan pertemuan masyarakat,” kata Esti dalam forum virtual bersama Satgas Covid-19 Surabaya.

Ia mengapreasi Pemkot Surabaya dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, kerjasama semua elemen masyarakat membuat pengendalian Covid-19 dari hulu ke hilir dapat berjalan dengan baik.

“Kita harus terus berkomitmen terhadap pengendalian Covid-19 dari sektor hulu hingga ke hilirnya. Semoga apa yang menjadi keberhasilan ini dapat terus dipertahankan,” pungkasnya. (ST01)

Tags: AsesmenCovid-19KemenkesLevel 1Unair
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Prabu Siliwangi-321 memasuki perairan Indonesia tepatnya di Selat Sunda.

Akhiri Pelayaran Lintas Samudera, KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Perairan Nusantara

Senin, 23 Maret 2026
Suasana lebaran di kediaman Gubernur Khofifah di kawasan Jemursari, Surabaya.

Antusiasme Warga Tak Surut di Hari Terakhir Riyayan Idul Fitri 1447 H di Kediaman Gubernur Khofifah

Senin, 23 Maret 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam rangka pemantauan Siaga SAR Khusus Lebaran.

Gubernur Khofifah Dampingi Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR Lebaran di Tanjung Perak, Pastikan Kesiapsiagaan Maksimal

Minggu, 22 Maret 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak bersama istri menyalami warga yang berlebaran di gedung Negara Grahadi.

Ribuan Masyarakat Padati Gedung Negara Grahadi di Hari Pertama Lebaran

Minggu, 22 Maret 2026

Berita Terkini

Prabu Siliwangi-321 memasuki perairan Indonesia tepatnya di Selat Sunda.

Akhiri Pelayaran Lintas Samudera, KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Perairan Nusantara

Senin, 23 Maret 2026
Suasana lebaran di kediaman Gubernur Khofifah di kawasan Jemursari, Surabaya.

Antusiasme Warga Tak Surut di Hari Terakhir Riyayan Idul Fitri 1447 H di Kediaman Gubernur Khofifah

Senin, 23 Maret 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam rangka pemantauan Siaga SAR Khusus Lebaran.

Gubernur Khofifah Dampingi Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR Lebaran di Tanjung Perak, Pastikan Kesiapsiagaan Maksimal

Minggu, 22 Maret 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak bersama istri menyalami warga yang berlebaran di gedung Negara Grahadi.

Ribuan Masyarakat Padati Gedung Negara Grahadi di Hari Pertama Lebaran

Minggu, 22 Maret 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Gubernur Khofifah, Wagub Emil Dardak dan Mensos Gus Ipul bersama 50 Ribu Lebih Jemaah Salat Idul Fitri di Masjid Al-Akbar

Minggu, 22 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In