SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menekankan penanganan hulu dan hilir terhadap penularan Covid-19. Hal itu perlu dilakukan di tengah kondisi PPKM Darurat yang kini sedang dilaksanakan 3-20 Juli mendatang.
“Perlu dilakukan penguatan penanganan di hulu dan di hilir. Bagaimana mengendalikan penularan dan penanganan terbaik bagi warga yang terpapar,” terang Reni.
Ia menuturkan perlu tindakan konkret dari Pemerintah Kota Surabaya, di tengah terbatasnya ruang isolasi bagi pasien dalam kondisi berat, sedang dan ringan. Karena itu, ia memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, beserta jajarannya yang mendirikan rumah sakit lapangan khusus Covid-19, di lapangan tembak Kedung Cowek.
Reni menyebut langkah itu sebagai tindakan penanganan di sisi hilir. “Ruang isolasi saat ini sangat dibutuhkan dalam keterbatasan ruang di rumah sakit. Kita mendorong dinas kesehatan supaya segera memindahkan pasien dengan kondisi ringan atau melewati masa kritis untuk dirawat di Asrama Haji. Rumah sakit hanya untuk penderita kondisi berat dan sedang saja,” jelasnya.
Sementara itu, penanganan di sisi hulu untuk menekan penularan Covid-19, politisi PKS ini menekankan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota. Melainkan kerja bersama warga Surabaya, dengan mematuhi protokol kesehatan. Langkah ini harus dilakukan bersamaan.
Ia meminta warga taat protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan tidak keluar rumah kalau tidak untuk keperluan mendesak. “Jangan sampai kondisi darurat ini terus berlangsung. Selama PPKM Darurat harus ada hasilnya. Sehingga ekonomi kembali bergerak normal. Sektor UMKM berjalan sebagaimana biasanya,” pungkas Reni. (ST01)





