• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kisah Inspiratif Gading Ogi Saputra, Peyandang Disabilitas yang Berjualan Kopi Keliling

by Redaksi
Sabtu, 19 Juni 2021

SURABAYATODAY.ID, PEKALONGAN – Manusia dilahirkan tidak akan tahu akan menjadi apa dan dalam kondisi yang bagaimana. Ada yang sehat, ada pula yang cacat sejak bayi.

Seperti yang dialami Gading Ogi Saputra, pria asal Pekalongan, Jawa Tengah. Laki-laki yang kini berusia 17 tahun itu adalah penyandang disabilitas fisik. Ia mengalami perlambatan perkembangan fisik sehingga kedua kakinya tidak berfungsi normal. Ia bisa berjalan merangkak dibantu dengan kedua tangannya.

Namun bagi Gading, disabilitas fisik tidak jadi penghalang untuk tetap bekerja. Ia berjualan kopi keliling dengan mengendarai kendaraan roda tiga.

Sudah dua tahun terakhir ini ia bekerja jualan kopi keliling. Sebelum berangkat bekerja, ibunya, Susiati, membantu merapikan minuman, rokok, dan barang dagangan lainnya di boks motor listrik roda tiganya.

BACA JUGA:  Pemprov Jatim Raih Penghargaan BRIDA/Bapperida

Motor listrik roda tiga itu adalah bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini, 15 Mei 2021 yang lalu.

Setiap hari, Gading menjajakan dagangannya pada pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Berada di tempat umum tak jadi halangan sehingga luput dari ibadah. Gading biasanya Salat Magrib di Masjid Agung terlebih dahulu, di samping Alun-Alun Kabupaten Pekalongan. Malam hari menjadi waktu yang dipilih untuk berjualan karena banyak orang yang berkumpul di alun-alun tersebut.

 

Tak lama setelah selesai merapikan barang dagangan, gawai Gading berdering. Sebuah pesan suara masuk di Aplikasi Whatsapp berbunyi “COD kopi…”, ketika ia putar. Ternyata pesan dikirim oleh pelanggannya di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, salah satu tempat ia biasa jualan.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Minta BLT Minyak Goreng Dimanfaatkan untuk Kebutuhan Pokok

Gading pun bergegas memakai helm, menuju kantor Kejaksaan. Di sana sudah menunggu beberapa pegawai salah satunya adalah Beny, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Kabupaten Pekalongan.

Menurut Beny, adanya Gading sangat membantu karena kantin di kantor tutup. “Karena Covid-19, kantin kantor tutup. Jadi kita tinggal panggil Gading kalau butuh minuman dan rokok,” katanya.

Dengan motor listrik roda tiga, Gading mengaku omzet dagangannya naik. Ketika menggunakan sepeda, omzet yang ia peroleh Rp 500 ribu per hari. Sementara kini memakai motor listrik roda tiga, Gading bisa memperoleh omzet sebesar Rp 900 ribu per hari.

Kenaikan tersebut lantaran jumlah dan variasi barang dagangannya bertambah berkat boks motor yang bisa menampung lebih banyak muatan. Selain itu tentu memperluas jangkauan serta menghemat waktu dan energi.

BACA JUGA:  Woow! Transaksi E-Peken Surabaya hingga Bulan Mei 2022 Capai Rp 16,2 Miliar

Dari keuntungan yang didapat, ia menyisihkan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari untuk ditabung.

Perubahan usaha dagang Gading pun diamini oleh pendamping penyandang disabilitas Kabupaten Pekalongan, Purwoji. Ia mengakui bahwa Gading semakin percaya diri dan bersemangat untuk berjualan sejak memperoleh motor listrik roda tiga. Apalagi setelah bertemu dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gading makin dikenal khalayak.

“Di sini, kan, komplek perkantoran Dinas ya. Hampir semua satpam kenal dengan Gading dan selalu membeli barang dagangannya,” ujar Purwoji.

Harapan Mensos nampaknya mulai terwujud. Dengan motor listrik roda tiga, kini Gading bisa beraktivitas lebih mudah, semakin produktif, dan mandiri. Ia juga tidak bergantung kepada orang lain. (ST01)

Tags: Gading Ogi SaputraKemensosKisah InspiratifPeyandang Disabilitas
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In