• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Guru Besar ITS Soroti Pengaplikasian Free Piston Engine untuk Teknologi Hybrid

by Redaksi
Rabu, 31 Maret 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Di abad ke-21, teknologi permesinan transportasi berkembang sangat pesat. Guna menghemat energi dan bahan bakarnya, sudah banyak kendaraan yang mengadopsi teknologi hybrid.

Guru Besar ITS yang akan segera dikukuhkan, Rabu (31/3), Prof Ir Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah MEng PhD, dalam orasinya menyoroti bagaimana teknologi hybrid bisa mencapai potensi maksimal jika dikombinasikan dengan free piston linear engine. Dosen yang kerap disapa Aguk ini menjelaskan, konsep dari free piston linear engine adalah untuk mengurangi kerugian mekanik yang diatasi dengan menghilangkan gerakan putar atau rotasi. Pada combustion engine yang konvensional, gerak piston masih didorong melalui perputaran poros engkol.

Sedangkan pada free piston linear engine, geraknya akan lurus dan terfokus pada siklus balik. ”Karena tidak ada gerak berputar ini, maka output energi listriknya akan lebih besar,” terang dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ini.

Free piston linear engine dibagi menjadi tiga, pertama yaitu single piston yang memiliki satu ruang bakar dan satu piston. Pada single piston perlu merancang kerja balik pada siklus berikutnya. Selanjutnya dual piston, yang didesain dengan ruang bakar berlawanan arah.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Gelar Isbat Nikah Massal Termewah, Panjang Dekornya 60 Meter

”Berlawanan arah ini sehingga bisa saling memberikan siklus balik,” ujarnya.

Kemudian yang terakhir dan yang paling sering digunakan sekarang yaitu opposed piston. Kebalikan dengan dual piston, ada dua piston yang saling berlawanan tetapi hanya ada satu ruang bakar tanpa ada kepala silindernya. Piston akan menghasilkan gas buang, yang nantinya akan menggerakan turbin dan menghasilkan energi.

Free piston linear engine ini, lanjut Aguk, cocok digunakan pada mesin yang tidak memerlukan energi putar seperti pada penggerak kompresor, generator listrik, dan kendaraan hybrid. Sekarang, teknologi hybrid sudah banyak diadopsi oleh kendaraan darat. Teknologi ini memberikan keuntungan yang besar terutama dalam perjalanan jarak jauh.

Sumber energi kendaraan hybrid secara otomatis akan berganti antara baterai dan bensin. Mesin akan mengisi baterai jika bahan bakar tidak dimanfaatkan, seperti saat macet. ”Kemudian saat baterai penuh, energi akan diambil dari baterainya,” papar lelaki kelahiran 19 Mei 1956 ini.

Selain transportasi darat, transportasi laut pun sudah kerap menggunakan teknologi hybrid dengan electric propulsion system. Dengan sistem ini, menurut peraturan IMO Annex VI akan lebih menguntungkan dari sisi propulsi, polusi udara, dan hemat bahan bakar karena semuanya akan lebih bisa dikendalikan mengingat kapal juga memerlukan tenaga listrik untuk sistem-sistem di atas kapal.

BACA JUGA:  Terbanyak Dalam Sejarah, ITS Kukuhkan 10 Guru Besar Baru

Dibandingkan menggunakan satu generator besar untuk menggerakan propeler, dengan teknologi hybrid akan disediakan beberapa generator yang hanya akan dinyalakan sesuai kebutuhan. Generator juga akan berguna untuk mengisi baterai, yang mana nanti keduanya akan menyalakan sistem di atas kapal. ”Dengan teknologi hybrid, kapal tidak akan mengandalkan baterai atau generator saja,” jelas dosen asal Magetan ini.

Lulusan S1 Teknik Mesin ITS ini pun telah melakukan riset terkait free piston linear engine sejak tahun 2007. Risetnya diawali dengan mengamati free piston linear engine dengan single piston yang masih penggeraknya menggunakan spring (pegas). Saat mesin diamati lewat aplikasi dengan kecepatan 60 radius per menit (rpm), ditemukan bahwa terdapat momentum angular (momentum sudut) pada piston akibat gesekan antara piston dengan dinding silinder.

”Momentum angular akan menyebabkan piston berputar, dan akan sangat mengganggu proses pembilasan (scavenging) pada mesin dua langkah. Karena pada saat tertentu, akan terjadi miss fire dan mesin bisa mati seketika,” tuturnya.

BACA JUGA:  Dosen ITS Dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pusat Statistik RI

Melalui trial and error, akhirnya Aguk mengembangkan model baru yaitu semi free piston linear engine dengan metode reverse engineering. Pada semi free piston linear engine ini, piston diberikan pasak pada porosnya untuk menghilangkan momentum angular yang akan menyebabkan piston berputar.

Desain yang dikembangkan oleh alumni S3 Teknik Mesin Universiti Malaysia Pahang ini pun menggunakan sistem dual piston dan two stroke. Dalam hal ini, piston akan bergerak secara linear ke kanan dan kiri akibat terjadi pembakaran di satu sisi.

Berdasarkan riset yang telah dilakukannya ini, dengan bahan bakar yang sama output energi yang dihasilkan semi free piston linear engine bisa meningkat hingga 24 persen dibandingkan mesin konvensional. Penelitian yang masih berupa simulasi ini direncanakan untuk diterapkan pada teknologi hybrid di berbagai transportasi darat dan laut. ”Dengan kombinasi tersebut, selain output energi yang besar, kendaraan juga akan lebih hemat energi,” pungkasnya. (ST05)

Tags: Free Piston EngineGuru BesarITSTeknologi Hybrid
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Satpol PP Surabaya Amankan Seorang WRSE di Area TPU Kembang Kuning

Selasa, 20 Januari 2026
(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In