Surabayatoday.id, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar vaksinasi massal untuk tenaga kesehatan (nakes). Vaksinasi itu dipusatkan di Graha YKP, Minggu (31/1).
Vaksinasi massal melibatkan ribuan nakes. Total ada 4.257 nakes yang mendaftarkan diri di Graha YKP. Jika diakumulasi dengan vaksinasi serentak yang juga dilakukan di puskesmas dan RSU dr Soetomo, jumlahnya menjadi 7.487.
Kegiatan vaksinasi ini dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan RI (Wamenkes RI) Dante Saksono Harbuwono. Secara khusus wamenkes datang ke Surabaya menyaksikan vaksinasi massal ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan bersyukur karena sudah bisa memberikan contoh bagi daerah lainnya di Indonesia. Apalagi setiap tahapan vaksinasi dicek langsung oleh Wamenkes RI.
“Alhamdulillah, mungkin sistem yang kita lakukan di Surabaya bisa diadopsi dan diaplikasikan ke daerah lainnya. Artinya, kerja keras Dinas Kesehatan dan semua pihak yang terlibat dalam vaksinasi ini akhirnya dapat apresiasi yang luar biasa dari Pak Wamenkes RI,” kata Whisnu.


Ia menjelaskan bahwa vaksinasi massal ini dilakukan untuk semua tenaga kesehatan yang bekerja di Surabaya, baik yang terdaftar di Si-SDMK atau pun tidak. Mereka ini diusulkan oleh institusi tempat dia bekerja atau organisasi profesi.
“Jumlah peserta yang mengikuti vaksinasi massal di Graha YKP ini yang mendaftar ada 4.257 nakes,” lanjutnya.
Selain di Graha YKP, vaksinasi massal ini juga dilakukan di 63 Puskesmas dan RSU dr Soetomo. Khusus yang Puskesmas nanti melakukan vaksinasi kepada 3.150 nakes dan di RSU dr Soetomo ada 80 nakes.
“Jadi total nakes yang divaksin serentak hari ini sebanyak 7.487 nakes. Itu artinya, vaksinasi untuk nakes di Surabaya 100 persen tuntas hari ini, jadi 31 ribu nakes se-Surabaya ditargetkan tuntas hari ini,” tegasnya.
Karena itu, Whisnu lagi-lagi menyampaikan bahwa warga Kota Surabaya tidak perlu khawatir dan takut dengan vaksinasi ini. Sebab, vaksinasi ini aman dan halal. “Ini juga menjadi salah satu ikhtiar kita dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya,” pungkasnya. (ST01)





