• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Kesulitan Dapatkan Layanan Persalinan, Ibu dan Anak Hadapi Risiko Kematian

by admin
Rabu, 30 Desember 2020

Surabayatoday.id, Surabaya – Di masa pandemi covid-19, ibu dan anak menghadapi risiko kematian. Ada data menyebutkan karena covid-19 ini, ibu hamil kesulitan mendapatkan pelayanan  persalinan di rumah sakit.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Jatim drg Vitria Dewi MSi mengatakan pihaknya mendapat beberapa laporan atas hal itu. Seperti di Kediri, Jombang dan Jember.

“Rumah sakit kebanyakan penuh dan kekurangan bed. Sulit bagi ibu hamil untuk mendapatkan pertolongan dalam persalinan,” katanya.

Hal ini disampaikannya dalam Deseminasi Hasil Analisis Agregat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Jatim yang digelar Geliat Universitas Airlangga bersama UNICEF, Rabu (30/12). Menurut dia, dalam situasi ini dibutuhkan kolaborasi antar pihak untuk mencegah risiko kematian ibu dan anak di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Ia menambahkan, ada juga laporan dari Jember yang menunjukan fakta baru. Yakni ketika ibu melahirkan tak mendapatkan layanan di rumah sakit, mereka larinya ke dukun bayi.

BACA JUGA:  Tambah Nakes di Kaki Suramadu, Per Hari Dibagi Lima Shift

“Ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita semua,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga kasus ibu melahirkan yang tidak mau dirujuk ke rumah sakit. Alasannya karena takut dikatakan terpapar covid-19.

Vitria menjelaskan pihaknya melihat permasalahan kematian ibu dan anak cukup kompleks. Makanya berbagai data yang di lapangan sangat dibutuhkan untuk mendukung hasil analisa yang kemudian dipakai sebagai langkah untuk mencari solusi.

Ia melanjutkan, persoalan ini memang harus diatasi sejak dini. Pihaknya sudah koordinasi dengan bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) kalau sebuah daerah butuh rumah sakit untuk rujukan ibu melahirkan.

“Ada rumah sakit milik daerah lain yang bisa dipakai dengan cara terencana dan sejak dini tentunya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Peringati Hari Kartini, Pegawai Pemkab Bojonegoro Pakai Kebaya dan Udeng Samin

Selain itu dibutuhkan banyak agen perubahan perilaku di berbagai daerah. Sehingga masyarakat tidak takut dan harus dipastikan aman ketika melahirkan.

“Situasi saat ini memang butuh perubahan perilaku, nanti teman-teman dari promkes akan membantu. Bahkan, teman-teman TNI juga bisa menguatkan masyarakat untuk perubahan perilaku,” jelasnya.

Sementara itu Child Survival and Development (CSD) Specialist UNICEF, dr. Armunanto, M. PH menuturkan, upaya menekan kematian ibu dan anak di Jatim harus terus dilakukan selama masa pandemi ini. Sebab, ada beban ganda dengan pandemi yang sedang melanda di hampir semua negara di dunia.

“Situasi pandemi belum mereda, hasil rekomendasi dari pencegahan kematian ibu dan anak juga harus memperhatikan arah kebijakan RPJMD dan RPJMN,” jelasnya.

Person in Charge (PIC) Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat Membangun Generasi Cemerlang Berbasis Keluarga (Geliat) Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Nyoman Anita Damayanti menuturkan, berbagai data akan diolah untuk bisa menjadi pijakan dalam mencari penyebab kematian ibu dan anak di Jatim. Misalnya, perlu pemhumpulan data-data sekunder dari berbagai dinas yang ada di Pemprov Jatim maupun Pemerintah kabupaten/kota. Sampai saat ini, pihaknya juga mendapatkan banyak data dari 18 kab/kota yang sudah melakukan kerjasama.

BACA JUGA:  Dari Level 2 Surabaya Tancap Gas ke PPKM Level 1, Begini Strateginya

“Kita akan berdiskusi lagi dalam mengolah data-data itu, sekaligus meraih cita-cita bersama untuk menekan kematian ibu dan anak,” jelasnya.

Namun ia menyadari bahwa kerja bersama dalam menekan kematian ibu dan anak tak bisa sendirian. Semua pihak memiliki peranan besar dalam memberikan kontribusi bersama untuk menekan risiko kematian ibu dan anak ini. (ST01)

Tags: Dinas KesehatanIbu AnakIbu HamilKesehatanPersalinanUnairUNICEF
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In