Surabayatoday.id, Surabaya – Kepengurusan DPD Golkar Surabaya periode 2020-2025 resmi dikukuhkan, Minggu (18/10) di Hotel Wyndham, Surabaya. Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni menyatakan siap mundur dari jabatan bila kelak perolehan kursi parlemen di pemilu 2024 mendatang menurun.
Toni, sapaan akrab Arif Fathoni menyatakan ia siap meletakkan jabatan lebih cepat. “Ketika Ketua DPD Provinsi sudah memberikan keteladanan, maka saya pun berkomitmen kalau sampai perolehan kursi Partai Golkar menurun dalam pemilu 2024, maka seketika saya akan mengundurkan diri dari jabatan. Tapi saya akan tetap di partai Golkar, ” ujarnya.
Ia mengatakan sebagai ketua parpol, targetnya adalah mendongkrak perolehan suara Golkar di Pemilu 2024. Ditegaskan, langkah yang bakal dilakukan yakni menyusun strategi pemenangan.
“Kemenangan harus dijemput, direncanakan, dan dipersiapkan,” tegas dia.
Sebagai bentuk realisasi itu, lanjutnya, ia sudah melakukan upaya dini. Misalnya, kepengurusan DPD Golkar Surabaya diisi oleh kader-kader yang beragam.
“Saya rangkul semua untuk jadi pengurus. Ada yang muslim, Batak, Jawa, kepercayaan dan sebagainya,” katanya kembali.
Karena itu ia menargetkan kursi Golkar di DPRD Surabaya pada pemilu 2024 akan naik. Saat ini Golkar memiliki lima kursi. Toni menginginkan di pemilu mendatang kursi di legislatif itu naik menjadi delapan.
“Mari bersama-sama mengantarkan Golkar dari 5 menjadi 8 kursi,” pesannya kepada pengurus dan kader Golkar.
Bagaimana jika tidak terealisasi? Politisi yang mantan wartawan ini menandaskan dirinya siap mundur dari jabatan ketua Golkar Surabaya jika kursi di legislatif justru turun. “Saya akan turun. Tanpa dipaksa, saya akan mundur,” terangnya. (ST01)









