• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Politisi PDIP Ini Minta Pemkot Surabaya Maksimalkan Aset untuk Rumah Sakit Darurat

by Redaksi
Kamis, 15 Juli 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA -!Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Surabaya, yang akan mendirikan rumah sakit darurat di tiap kelurahan. Langkah itu selain untuk memutus penularan Covid-19, juga dinilai bakal mengurangi beban rumah sakit.

Sebab RS darurat ini konsepnya hanya untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun Khusnul Khotimah meragukan ketersedian tempat yang representatif untuk dijadikan rumah sakit drurat di tiap kelurahan ini.

BACA JUGA:  Professor Summit 2022 Gaungkan Iptek Junjung Indonesia Emas 2045

“Di kelurahan tempat saya tinggal. Saya tidak menemukan tempat itu. Apa nanti didirikan di kantor kelurahan? Terus pelayanan kelurahan bagaimana?” ungkapnya.

Khusnul menyarankan agar Pemkot Surabaya memaksimalkan aset-aset milik pemerintah untuk dijadikan RS darurat. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit darurat itu tidak harus di tiap kelurahan.

“Ada lapangan tembak, ada Gelora Pancasila. Atau pemkot bisa bekerjasama dengan instansi lain, seperti TNI/Polri atau pihak swasta untuk membangun RS Darurat. Karena penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri melainkan kerjasama dengan semua pihak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tahun Ini Disediakan Kuota 13.415 Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya

Namun menurut Khusnul, yang paling penting adalah ketersediaan sumber daya tenaga kesehatan (nakes), serta ketersediaan obat-obatan dan oksigen. “Sebenarnya program membuka Puskesmas selama 24 jam bisa dimaksimalkan dengan ketersediaan nakes. Sekarangkan Pemkot Surabaya sedang membuka lowongan sukarelawan nakes,” katanya lagi.

“Pemkot juga bisa bekerjasama dengan Pemprov maupun sekolah-sekolah perawat untuk mencukupi ketersediaan nakes” sambung politisi PDIP ini.

Sedangkan ketersediaan obat untuk menyuplai warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. “Selain itu ketersediaan permakanan mereka juga idealnya dipenuhi oleh pemkot. Setidaknya 3 kali sehari,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pertama Kali! Surabaya Tuan Rumah Penyelenggaraan ICAS

Selain itu Khusnul juga menghimbau kepada masyarakat, agar segera melapor ke RT/RW atau Puskesmas ketika terpapar Covid-19, supaya tertangani sejak dini dan mengantisipasi penularan.

“Masih banyak masyarakat yang menutup informasi itu, sebab masih menganggap terpapar Covid-19 merupakan hal yang tabu. Ini berbahaya bagi dirinya atau masyarakat sekitarnya,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Covid-19DPRD SurabayaKomisi DRumah Sakit Darurat
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In