• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Pelajar Surabaya Tak Boleh Lupa Sejarah Bung Karno di Kota Pahlawan

by Redaksi
Minggu, 6 Juni 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Puti Guntur Soekarno bercengkrama dengan pelajar-pelajar Surabaya. Puti meminta supaya pelajar Kota Pahlawan ini tidak melupakan sejarah Bangsa Indonesia.

“Pelajar di Surabaya harus bangga. Kita tahu semua kalau Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia belajar pergerakan di Surabaya, sewaktu kos di rumah HOS Cokroaminoto,” katanya secara virtual di Hotel Holiday, Surabaya.

Cucu Presiden RI pertama Soekarno ini menegaskan, untuk mengingat sejarah, para pelajar perlu mendatangi rumah HOS Cokroaminoto. Hal ini untuk mengetahui dengan baik bagaimana kehidupan Bapak Bangsa, Soekarno belajar dan berjuang politik pergerakan.

BACA JUGA:  19 SDM Kesehatan Jatim Raih Penghargaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan Serta Kader Berprestasi Tingkat Nasional

Dari belajar itulah, pelajar mampu mengambil manfaat sulitnya untuk berjuang mendirikan Republik Indonesia. “Sebagai pelajar Indonesia harus bangga. Sejarah Bung Karno melekat di sini, di Kota Pahlawan,” terangnya.

Untuk terus mengingat perjuangan Bung Karno, ujar Puti, pelajar harus memahami nasionalisme. Pasalnya, saat ini yang muncul di tengah masyarakat adalah perang ideologi untuk meruntuhkan Pancasila.

Fakta tersebut, lanjut anggota DPR RI ini, membuat MPR RI terus membangun kesadaran dan pemahaman ideologi Pancasila. Pemahaman ini dirumuskan dalam program sosialisasi 4 pilar MPR RI untuk seluruh warga negara Indonesia.

BACA JUGA:  Program BERANI II di Jatim Dilaksanakan Hingga Desember 2025

“Program ini telah dirumuskan almarhum Bapat Taufik Kiemas yang selalu menggeloran Pancasila,” terang Puti.

Ketua Gerakan Pelajar Nasionalis (GPN), Rakin Rafa Raditiya mengaku sangat berterimakasih atas kesempatan untuk berdiskusi dengan Puti. Menurut dia, kesempatan ini sangat jarang. Untuk itu, pihaknya banyak mengambil ilmu yang ditularkan Puti.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Mbak Puti yang telah memberikan pengalaman dan pengetahuan kebangsaan. Kami siap untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Rafa menerangkan, NKRI adalah harga mati untuk terus diperjuangkan. Untuk itu, pengenalan dan sosialisasi Pancasila akan terus diamalkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisimasi faham-faham radikal yang mulai muncul di Indonesia.

BACA JUGA:  Optimistis Skuad Garuda Menangi Duel Lawan Palestina

“Kami bertekad akan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila,” ucap dia. (ST06)

Tags: Bung KarnoEmpat PilarPancasilaProklamatorPuti Guntur Soekarno
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In