• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

INEO, Platform Berbasis Aplikasi Daring untuk Bantu Sektor Ekonomi Perikanan

by Redaksi
Minggu, 6 Juni 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pandemi Covid-19 salah satunya berdampak terhadap bidang perikanan di Tuban. Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah platform bernama INEO guna membantu mengatasi masalah tersebut.

INEO ini merupakan platform transaksi antara nelayan dan penjual ikan. Gagasan ini diusung Fadhila Rosyidatul ‘Arifah (Departemen Teknik Material dan Metalurgi), Intan Mey Setyaningrum (Departemen Teknik Fisika), dan Sri Irna Solihatun Ummah (Departemen Matematika).

Tim yang terdiri dari mahasiswi angkatan 2019 ITS ini merancang platform berbasis aplikasi daring. Aplikasi tersebut diharapkan bisa membantu memulihkan ekonomi masyarakat Tuban di bidang perikanan.

Fadhila Rosyidatul ‘Arifah menjelaskan bahwa aplikasi ini menggandeng banyak pihak di bidang perikanan. Seperti penjual ikan, nelayan, industri pengolahan ikan, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) yang ada di Tuban.

BACA JUGA:  UDD PMI Berharap PlasmaHub Tetap Jaga Kerahasiaan Informasi Donor

“Kami berpikir bahwa INEO bisa menjadi solusi sekaligus sarana yang baik bagi masyarakat serta pelaku usaha dalam bertransaksi, tanpa adanya kontak langsung,” ungkapnya.

Fadhila menambahkan bahwa terdapat banyak fitur yang bisa diakses agar transaksi antarpengguna dengan pelaku usaha bisa berjalan dengan baik. Fitur-fitur tersebut di antaranya menu login, notifikasi, home, keranjang, dan akun.

“Selain fitur-fitur yang memudahkan transaksi di antara mereka, desain aplikasi juga kita sesuaikan agar ramah pengguna,” imbuh mahasiswi kelahiran 2001 ini.

Adapun menu login ialah menu yang mengharuskan para pengguna memverifikasi akun mereka sebelum masuk ke aplikasi. Pengguna harus mendaftarkan e-mail dan password mereka kepada INEO. “Selanjutnya, dengan e-mail dan password itu, pengguna bisa mengakses INEO,” paparnya.

Sedangkan fitur notifikasi, lanjut Fadhila, merupakan fitur pengingat bagi para pengguna terkait riwayat pembelian hingga proses transaksi yang masih berlangsung. Pengguna akan bisa melihat apakah pesanan mereka sudah terkirim atau belum dengan melihat status pengiriman di dalamnya.

BACA JUGA:  PDAM Surya Sembada Komitmen Kembangkan Layanan Digitalisasi

Mahasiswi kelahiran Nganjuk ini melanjutkan bahwa fitur home merupakan pusat di mana pengguna dan pelaku usaha melakukan transaksi. Pada fitur home, tersedia berbagai macam pelaku usaha yang menawarkan dagangan mereka disertai dengan identitas atau nama tokonya. “Pengguna hanya klik dagangan dari toko yang mereka inginkan lalu melakukan pembayaran,” ucapnya.

Kemudian fitur keranjang merupakan fitur di mana barang dagangan yang akan dibeli bisa dilihat. Setelah memilih dagangan yang diinginkan melalui fitur home, dagangan tersebut akan masuk ke fitur keranjang ini, yang artinya dagangan ini sedang ingin dibeli. Lalu pengguna bisa melakukan pembayaran untuk melanjutkan ke tahap pengiriman.

BACA JUGA:  Besok PSEL Benowo Bakal Diresmikan Presiden Jokowi

Ada pula fitur akun menjadi fitur terakhir yang di dalamnya berisikan data dan informasi terkait pengguna. Di dalamnya terdapat foto pengguna, saldo uang elektronik pengguna, voucher, hingga koin. Voucher dan koin merupakan hadiah yang bisa diperoleh dari pembelian yang sudah dituntaskan.

“Voucher berupa kupon untuk potongan pembelian dan koin bisa ditukarkan barang yang diinginkan,” terangnya.

Platform yang menyajikan banyak fitur ini menawarkan potensi yang sangat banyak bagi kelangsungan pelaku usaha hasil laut. Fadhila dan rekannya mencantumkan ide ini ke dalam sebuah proposal bisnis, hingga akhirnya membawa mereka menjadi juara II Business Plan Competition Ruang Kreasi Pekon Universitas Negeri Padang (UNP) 2021. (ST05)

Tags: AplikasiDaringINEOITSPerikananSektor EkonomiTuban
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Mobil Dinas Pemkot Surabaya Dipakai Mudik

Selasa, 10 Maret 2026
Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati

Pemkot Surabaya Luncurkan SASETBOYO, Aplikasi Digital untuk Buka Akses Investor ke Aset Daerah

Selasa, 10 Maret 2026

Picu Kemacetan, Pasar Tumpah di Simo Katrungan Surabaya Ditertibkan Satpol PP

Selasa, 10 Maret 2026

Ratusan Masyarakat Antusias Padati Pasar Murah di GOR Bung Karno Nganjuk

Selasa, 10 Maret 2026

Berita Terkini

Wali Kota Eri Cahyadi Larang Mobil Dinas Pemkot Surabaya Dipakai Mudik

Selasa, 10 Maret 2026
Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati

Pemkot Surabaya Luncurkan SASETBOYO, Aplikasi Digital untuk Buka Akses Investor ke Aset Daerah

Selasa, 10 Maret 2026

Picu Kemacetan, Pasar Tumpah di Simo Katrungan Surabaya Ditertibkan Satpol PP

Selasa, 10 Maret 2026

Ratusan Masyarakat Antusias Padati Pasar Murah di GOR Bung Karno Nganjuk

Selasa, 10 Maret 2026

Kolaborasi TP PKK dan DWP Jatim Gelar Bazar Ramadhan, Ketua TP PKK Arumi Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga

Selasa, 10 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In