• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 26 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Sekolah Tatap Muka Bakal Dimulai; 51 Persen Warga Tetap Ingin Daring

by Redaksi
Sabtu, 5 Juni 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Angkatan 55/AP melakukan penelitian tentang kepuasan warga terhadap duet kepemimpinan Kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji. Selain tentang pelayanan publik, hal lain pun masuk dalam penelitian tersebut.

Salah satunya tentang pendidikan. Achmad Zanwar A, yang juga ikut terlibat dalam penelitian mengatakan, saat ini masih terjadi perdebatan di masyarakat terkait pembukaan sekolah. 51 persen warga sekolah tetap ditutup (pakai daring) dan 49 persen ingin sekolah dibuka.

Kondisi ini berbeda dengan tempat ibadah, yang 82 persen warga ingin tempat ibadah dibuka. Sedangkan 18 persen ditutup.

“Selama pandemi, sekolah dilakukan secara online. Namun cara ini menimbulkan masalah, karena 39 persen siswa tidak memiliki laptop atau komputer pribadi, mereka tentunya mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses belajar online,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Polda Jatim Akan Lakukan Operasi Petasan Ilegal

Akibatnya, pembelajaran secara online menjadi kurang efektif dan tidak dapat dirasakan oleh semua siswa. “Kebijakan pembukaan kembali sekolah secara fisik harus dibarengi dengan sosialisasi yang baik, masyarakat terbelah seimbang antara mendukung sekolah dibuka versus tetap online ” ujar alumni Sistem Informasi Universitas Brawijaya ini.

Di sisi lain, meski saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir, namun 90 persen warga ingin kelonggaran terkait akses pada sebagian atau semua sektor. Namun tetap kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi elemen yang utama yang harus ditegakkan oleh pemerintah.
Meski demikian, penanganan pandemi Covid-19 mendapat apresiasi dari masyarakat. Sebanyak 81 persen warga merasa puas terhadap penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemkot Surabaya.

“Rekomendasi yang kami berikan adalah pemkot membuat peraturan yang konkret sebagai pedoman sektor-sektor ketika ingin membuka tempatnya,” tandasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Terima Hibah Barang Rampasan Negara dari KPK

Di sisi lain, survei juga menyorot tentang keamanan. Elizabeth Alexandria L, mahasiswi Magister Manajemen Unair, yang juga ikut terlibat dalam penelitian ini mengatakan, 87 persen warga merasa aman dan nyaman tinggal di Kota Surabaya. Namun ada 13 persen warga yang berpersepsi tidak aman.

“Kondisi itu disebabkan didominasi oleh narasi berita kasus perampokan, peredaran alkohol, peredaran narkoba, pencopetan, remaja merokok, penipuan, balap liar dan premanisme yang dirasa meresahkan,” ungkapnya.

Agar masalah ini bisa diatasi, alumni manajemen Fakultas Ilmu Budaya Unair 2012 ini memberikan rekomendasi agar Pemkot Surabaya memperbanyak CCTV, khususnya di daerah yang rawan kriminalitas. Dikatakan, terlihat dalam survei bahwa adanya CCTV signifikan meningkatkan perasaan aman.

Sementara itu, akibat pandemi Covid-19 yang melanda Kota Pahlawan, kata Elizabeth, 73 persen responden mengalami penurunan pendapatan. Dari jumlah itu, 70 persen warga mengalami penurunan pendapatan lebih dari 25 persen, bahkan hampir 30 persen warga pendapatannya turun hingga 50-75 persen.

BACA JUGA:  Gubernur Jatim Tegaskan Pentingnya Produk Halal

“Kondisi ini menjadi indikasi urgensi pada pemulihan ekonomi Surabaya di masa pandemi,” terangnya.

Pihaknya merekomendasikan pemberian bantuan khususnya bantuan tunai langsung dan optimalisasi validitas data penerima bantuan atau korban terdampak pandemi.

Selain itu, 34 persen warga merasa lapangan kerja yang tersedia sangat kurang. Kondisi ini disebabkan selain faktor pandemi Covid-19, juga karena ketidakseimbangan antara supply dan demand lapangan pekerjaan menjadi faktor.

Untuk penyediaan lapangan kerja ini, rekomendasi yang diberikan adalah pemberian kemudahan perizinan investasi untuk menarik investor lokal maupun asing berinvestasi, terutama pada proyek padat karya. Kemudian implementasi proyek pemerintah padat karya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. (ST01)

Tags: Pemkot SurabayaSurveiUnairUniversitas Airlangga
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wujudkan ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’, Wali Kota Eri Cahyadi Bantu Biaya UKT Mahasiswa PTS Tidak Mampu

Minggu, 25 Januari 2026

Di Hari Gizi Nasional, Gubernur Khofifah Komitmen Perkuat Gizi Masyarakat Lewat Jatim Sehat Sebagai Fondasi Peningkatan Kualitas SDM

Minggu, 25 Januari 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Muscab Ke-XXXVI Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Wali Kota Eri Dorong Peran Pemuda dalam Pembangunan Surabaya

Minggu, 25 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta.

Khofifah Terima Penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta

Sabtu, 24 Januari 2026

Berita Terkini

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wujudkan ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’, Wali Kota Eri Cahyadi Bantu Biaya UKT Mahasiswa PTS Tidak Mampu

Minggu, 25 Januari 2026

Di Hari Gizi Nasional, Gubernur Khofifah Komitmen Perkuat Gizi Masyarakat Lewat Jatim Sehat Sebagai Fondasi Peningkatan Kualitas SDM

Minggu, 25 Januari 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Muscab Ke-XXXVI Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Wali Kota Eri Dorong Peran Pemuda dalam Pembangunan Surabaya

Minggu, 25 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta.

Khofifah Terima Penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta

Sabtu, 24 Januari 2026
Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono saat menghadiri Perayaan Natal Tahun 2025 dan Ucapan Syukur Tahun Baru 2026 ASN Kristiani Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung BK3S Jatim.

Hadiri Perayaan Natal ASN, Sekdaprov Jatim Ajak Perkuat Pelayanan Publik dengan Semangat Kasih

Sabtu, 24 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In