SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Showroom Furniture UPT Industri (UPTI) Kayu dan Produk Kayu milik Disperindag Jatim, yang berada di Jalab Gatot Subroto Bukir Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Gubernur Khofifah meninjau beberapa showroom furniture dan mebel yang tersedia, serta berdialog dengan para perajin di showroom.
Khofifah ini menyampaikan keinginannya untuk mendirikan plaza mebel untuk memodernisasi pasar mebel yang ada di Kota Pasuruan. Menurutnya, hal ini cukup beralasan karena furniture termasuk tiga andalan ekspor Jatim selain perhiasan, dan Ikan. Apalagi, sentra furniture ini berada di kota Pasuruan.
“Tadi saya rembukan sama Pak Wali Kota (Saifullah Yusuf) sebelah ini kan ada pasar mebel yang dulu sempat terbakar, saya minta tolong untuk bersama-sama menyiapkan kalau bahasa sederhananya adalah Plaza Mebel,” ungkap Khofifah.
Ia menjelaskan, dengan terbentuknya Plaza Mebel itu nanti desainnya akan bisa menyesuaikan dengan format yang dapat mewakili kesan modern sesuai nama yang diusung. Begitupun juga dengan fasilitas yang akan disediakan di dalamnya akan disesuaikan dengan kesan modern.
“Kita mengharapkan plaza modern akan menjadi daya tarik dan referensi bagi masyarakat luas dalam mecari hal-hal terkait mebeler. Dan mungkin di beberapa titik bisa multifungsi format-format yang menjadikan gravitasi orang ke Jatim. Sehingga kalau mau lihat furniture orang akan ke Kota Pasuruan,” harap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.
Terkait kebutuhan modernisasi mebel di Pasuruan, Khofifah menjelaskan, perlu disiapkan sarana prasarana (sarpras) baru seperti foto alat-alat yang lebih modern serta designer-designer. Namun demikian, pihaknya mengharapkan anak-anak muda Kota Pasuruan dilbatkan.
Selain itu, Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim dan Pemkot Pasuruan akan berkerjasama untuk meningkatkan kualitas SDM dengan mendirikan SMK yang fokus pendidikan pada industri kayu. Hal tersebut juga merupakan salah satu solusi dari permasalahan yang dihadapi industri furnitur Jatim. Di mana, nantinya akan disiapkan lahan oleh Pemkot Pasuruan minimal 3 hektare dan dihibahkan ke Pemprov.
“Jadi rencananya Pemprov akan membangunkan SMK perkayuan. SMK itu nantinya itu akan nyekrup, jadi ibaratnya menjadi Centre of Excellence di bidang mebel di kota Pasuruan. Insya Allah, minggu ini saya minta Disperindag dan Dinas Cipta Karya Pemprov Jatim untuk ngecek dan menyiapkan DED-nya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Jawa Timur menjadi provinsi strategis dalam konstelasi ekonomi nasional, dengan size ekonomi terbesar kedua setelah Jakarta dengan cakupan skala ekonomi terbesar meliputi Indonesia bagian timur. Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang oleh industri pengolahan lebih dari 30 persen, perdagangan besar dan eceran 18 persen dan sektor pertanian 15 persen.
Selama pandemi di tahun 2020, perdagangan antar pulau antar provinsi Jawa Timur mengalami surplus untuk komoditas nonmigas. Bahkan untuk ekspor ke luar negeri untuk beberapa komponen mengalami kenaikan permintaan pasar.
Industri pengolahan, khususnya komoditas kayu, barang kayu, perhiasan/permata dan ikan dan udang mengalami kenaikan produksi dari tahun 2019 hingga tahun 2020, permintaan pasar meningkat, terkhusus untuk pasar luar negeri (ekspor) seperti komoditas kayu, barang dari kagu tahun 2019 mencapai (USD) 1,33 miliar, tahun 2020 mencapai (USD) 1,397 miliar mengalami kenaikan 6 persen, sementara ikan dan udang tahun 2019 mencapai (USD) 1,11 miliar, tahun 2020 mencapai (USD) 1,12 miliar mengalami kenaikan 1,1 persen.
Sementara di tahun 2021, sampai dengan Februari nilai ekspor komoditas kayu dan barang dari kayu mencapai (USD) 243,120 juta dengan total berat ekspor 258,367, 286 KGM. (ST02)





