SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) tengah mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD, dan SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027. Secara umum, mekanisme penerimaan tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Ketentuan tersebut juga diperkuat melalui surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026 tentang SPMB tahun ajaran 2026/2027.
“SPMB tahun ini tidak akan banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya. Yang sedikit berubah hanya jalur prestasi akademik untuk masuk SMP Negeri,” kata Febri, Kamis (14/5/2026).
Febri menjelaskan, perubahan pada jalur prestasi akademik terletak pada penggunaan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dipadukan dengan nilai rapor. Pada tahun sebelumnya, jalur tersebut sepenuhnya menggunakan akumulasi rata-rata nilai rapor selama lima semester terakhir, mulai kelas 4 hingga kelas 6 semester ganjil.
Sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), skema baru kini disiapkan dengan menggabungkan rata-rata nilai rapor lima semester dan rata-rata nilai TKA. “Nilai rapor bobotnya 60 persen, sedangkan TKA 40 persen,” ujarnya.
Selain itu, Dispendik Surabaya juga segera meluncurkan laman resmi SPMB yang dapat diakses masyarakat melalui spmb.surabaya.go.id. “Website SPMB segera diluncurkan,” imbuhnya.
Laman tersebut akan memuat berbagai ketentuan dan informasi terkait proses penerimaan murid baru yang dapat dipelajari orang tua maupun calon peserta didik.
Selain itu, Dispendik Surabaya juga memastikan tahapan pendaftaran akan dimulai dari jenjang TK Negeri, dilanjutkan SD Negeri, dan terakhir SMP Negeri. “Semua tahapan pendaftaran dilakukan pada bulan Juni secara online,” terang Febri.
Sebelum masa pendaftaran resmi dibuka, masyarakat juga akan diberikan kesempatan mengikuti simulasi atau uji coba sistem. “Masyarakat bisa melatih diri secara mandiri terhadap prosedur SPMB sebelum pendaftaran sesungguhnya benar-benar dibuka,” tutupnya. (ST01)





