• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wali Kota Eri Ajak Warga Teladani Semangat Kampung Pancasila di Film “Na Willa”

by Redaksi
Minggu, 19 April 2026
Nonton bareng (nobar) film “Na Willa” di mal Tunjungan Plaza.

Nonton bareng (nobar) film “Na Willa” di mal Tunjungan Plaza.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) nonton bareng (nobar) film “Na Willa” di mal Tunjungan Plaza pada, Sabtu (18/4/2026). Saat nobar, Wali Kota Eri turut ditemani tokoh-tokoh dan warga yang diceritakan di dalam film tersebut.

Film keluarga yang disutradarai oleh Ryan Andriandhy itu menceritakan kehidupan sehari-hari Na Willa alias Luisa Adreena, seorang gadis kecil berusia enam tahun yang tinggal di sebuah gang tepatnya di Krembangan, Kota Surabaya pada dekade 1960-an. Melalui sudut pandangnya yang polos dan penuh rasa ingin tahu, penonton diajak melihat dinamika keluarga multikultural Na Willa.

BACA JUGA:  Filosofi Parade Surabaya Juang, Jika Berjuang Bersama Pasti Bisa

Film ini juga menceritakan, sosok ibu Na Willa yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ayahnya seorang keturunan Tionghoa, serta interaksi di lingkungan sekitarnya. Kisah di film itu juga menceritakan pengalaman-pengalaman sederhana masa kecil yang sarat akan makna tentang pertumbuhan, keberagaman, dan perubahan zaman di Kota Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, film ini menggambarkan potret nyata warga Surabaya yang sebenarnya. Karena di dalam film ini digambarkan bagaimana pertemanan sejati tanpa melihat suku dan agama. Bahkan, ketika ada salah satu teman yang mengalami kekurangan tetap saling menerima satu sama lain.

BACA JUGA:  Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Muslimat NU Kolaborasi ke dalam Program Kampung Pancasila

“Mereka tetap berteman, dan berteman di zaman dulu itu tidak ada yang saling menjatuhkan tapi saling menjaga, orang tuanya juga saling guyub. Kan kita dicontohkan, agar kita tidak boleh berbohong dan cara mengajarkan anak dengan cara yang luar biasa,” kata Wali Kota Eri.

Adanya film ini, ia berharap warga Surabaya bisa tetap guyub rukun. Terlebih dengan adanya Kampung Pancasila, warga akan bisa saling mengutamakan toleransi dan menghargai satu sama lain.

BACA JUGA:  Luncurkan Program 1.000 Santri OPOP Digipreneur, Gubernur Khofifah: Cetak Generasi Santri Mandiri di Era Digital Economy

“Semoga, Surabaya dari Krembangan menuju Surabaya yang berkah, sejahtera, dan bisa menjalankan Kampung Pancasila. Semoga juga bisa sejahtera, dan damai seperti kampungnya Na Willa,” pungkasnya. (ST01)

ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In