SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono membuka peluang kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Womenpreneur HIPMI Jawa Timur. Menurutnya peluang kerjasama ini bisa dilakukan dengan berbagai Perangkat Daerah ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur.
“Kami membuka ruang kerjasama, kami persilakan, bebas mau kolab dimana, dengan perangkat-perangkat daerah mana saja yang bisa dibangun kerjasama,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono saat menerima audiensi Womenpreneur HIPMI Jawa Timur di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Rabu (21/1).
Adhy Karyono mengatakan Pemprov Jatim terbuka untuk membangun kerjasama terlebih saat ini semua sedang mengalami efisiensi anggaran. Sehingga Jawa Timur pun tengah mendorong semua perangkat daerahnya untuk melakukan creative financing.
“Jadi memang saat ini kami meminta bagaimana efisiensi ini tetap produktif, harus membuka peluang kerjasama, mengoptimalkan seluruh potensi,” terangnya.
Adhy juga menjelaskan skema kerjasama yang bisa dibangun akan berbeda dengan kerjasama yang pernah dilakukan sebelumnya. Ia menyebut potensi yang bisa dikerjasamakan saat ini lebih kepada pemanfaatan aset Pemprov Jatim.
“Jadi sekarang ini kerja sama yang bisa dibangun adalah pemanfaatan aset Pemprov, ada banyak aset Pemprov di lokasi strategis yang nanti dapat dikerjasamakan dimanfaatkan untuk apa, yang pasti sebagai pihak pertama kerjasama ya Pemprov Jatim,” jelasnya.
“Dan harus ada pendapatan juga buat Pemprov, ini kami lagi menggali potensi-potensi yang bisa menjadi sumber pendapatan,” tambahnya.
Adhy juga menyampaikan bahwa selain kerjasama pemanfaatan aset, Womenpreneur HIPMI Jawa Timur bisa dilibatkan dalam program misi dagang yang digelar Pemprov Jatim. Program Misi Dagang Jawa Timur ini tidak hanya digelar antar provinsi di Indonesia, tetapi juga sudah digelar di luar negeri.
“Ini bisa menjadi peluang melebarkan bisnis juga, bisa ikut misi dagang karena Jatim ini tidak hanya menggelar misi dagang dengan provinsi lain tetapi juga mancanegara,” sebutnya.
Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Jatim ini juga menyampaikan bahwa jika tertarik mengikuti misi dagang, Womenpreneur HIPMI Jawa Timur bisa berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur. Sebelum ikut dalam misi dagang, lanjutnya, akan diawali dengan business matching terlebih dahulu.
“Coba bisa ke Disperindag agar nanti dilibatkan business matching dan bisa ikut berangkat saat misi dagang, karena yang berangkat misi dagang biasanya sudah pasti ada transaksi,” tuturnya.
Untuk mengetahui kerjasama yang bisa dibangun, Adhy menyarankan agar Womenpreneur HIPMI Jawa Timur bisa membangun komunikasi dengan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur yang sesuai dengan bidang yang ingin dikerjasamakan.
“Perangkat daerah saat ini tengah menyiapkan program-program creative finance di bidangnya dan diminta ibu Gubernur untuk memaparkan di awal bulan Maret,” ungkapnya.
Menurutnya hal ini tepat sekali jika Womenpreneur HIPMI Jawa Timur bisa menangkapnya sebagai peluang kerjasama. Oleh sebab itu ia berpesan agar segera mengidentifikasi kerjasama yang dapat dibangun dengan perangkat daerah yang sesuai.
“Prinsipnya monggo, banyak sekali yang bisa dikerjakan, kami memberikan kesempatan agar Womenpreneur HIPMI Jawa Timur juga bisa memberikan support untuk Pemprov Jatim,” tutupnya. (ST02)





