SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus terlibat dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut dibuktikan melalui keikutsertaan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD beserta jajarannya dalam kegiatan Taklimat Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis (15/1) lalu.
Bambang menyebutkan bahwa acara ini merupakan forum pengarahan strategis antara presiden dengan para akademisi. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi, meliputi rektor, wakil rektor, dekan, serta guru besar dari kampus negeri dan swasta se-Indonesia. “Kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi pemikiran antara negara dan komunitas akademik,” tambahnya.
Menurut Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut, pelibatan langsung para pimpinan perguruan tinggi dalam kegiatan ini karena penempatan akademisi sebagai brains of our country. Hal tersebut mengartikan kekuatan intelektual bangsa memiliki tanggung jawab moral-sosial untuk ikut menjawab tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari sana, perguruan tinggi diposisikan sebagai aktor kunci pembangunan nasional.
Lelaki asal Yogyakarta tersebut juga mengungkapkan bahwa melalui kegiatan tersebut, presiden menyampaikan pembacaan situasi nasional dan global, termasuk dinamika geopolitik dan tantangan kemandirian bangsa. Dalam menghadapi situasi tersebut, penguatan kualitas pendidikan tinggi menjadi penting untuk ditekankan. “Hal ini mencakup peningkatan kapasitas dosen, pengembangan infrastruktur riset, serta keberlanjutan pembiayaan kemandirian perguruan tinggi,” bebernya.
Hasil dari pembahasan tersebut adalah komitmen penambahan dana riset nasional dari Rp 8 triliun menjadi Rp12 triliun pada tahun 2026. Selain itu, terdapat formulasi ulang beasiswa pendidikan agar lebih luas dan berorientasi dalam mendukung science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Agenda tersebut mendorong pendidikan tinggi sebagai pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.
Menanggapi hal tersebut, Bambang memandang ITS memiliki posisi yang sangat relevan dan strategis dalam mendukung agenda terkait. Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, sains dan seni, ITS berada di garis depan penguatan STEM dan sains terapan. ITS sendiri juga memiliki modal kuat untuk mempercepat riset terapan dan hilirisasi, khususnya pada sektor pangan, energi, dan industrialisasi.
Ke depannya Bambang berencana untuk menajamkan portofolio riset prioritas yang selaras dengan mandat nasional. Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan konsorsium riset kampus, industri, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam memastikan hasil yang berdampak. Selain itu, juga terdapat penguatan talent pipeline di bidang STEM serta integrity by design dalam tata kelolanya. “Hal ini termasuk berupa dukungan beasiswa, rekognisi prestasi, dan integrasi dengan kebutuhan industry,” imbuhnya.
Peran serta ITS dalam agenda tersebut menjadi komitmen ITS dalam mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals dalam poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Bambang juga berharap hal ini dapat benar-benar menciptakan dampak nasional. “Semoga setiap perguruan tinggi, tentunya termasuk ITS, mampu menjawab amanat ini melalui kerja nyata,” tuturnya berharap. (ST05)





