• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Gubernur Khofifah Tinjau Kesiapan Angkutan Nataru di ASDP Ketapang Banyuwangi

by Redaksi
Senin, 29 Desember 2025
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Safii meninjau pelayanan angkutan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Safii meninjau pelayanan angkutan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

SURABAYATODAY.ID, BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Safii meninjau kesiapsiagaan kebencanaan laut serta pelayanan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Senin (29/12).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya kelayakan operasional kapal di jalur Ketapang-Gilimanuk guna menjamin keselamatan masyarakat selama penyeberangan Selat Bali di masa Nataru. Kelayakan armada dan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem menjadi perhatian yang penting.

“Kita semua harus benar-benar siaga. Keselamatan dan keamanan pelayaran harus menjadi prioritas, didukung kesiapan infrastruktur, keandalan operasional, serta mitigasi cuaca ekstrem dan kondisi darurat lainnya,” kata Khofifah.

BACA JUGA:  Membuat Keris Itu Ada Milih Harinya Tak Boleh Sembarangan

Terkait kondisi cuaca, Khofifah mengungkapkan data BMKG Juanda menunjukkan potensi peningkatan signifikan curah hujan pada Januari tahun 2026.

Berdasarkan pemantauan, intensitas hujan pada Desember 2025 menurut BMKG Juanda mencapai 20%, sementara Januari diperkirakan meningkat hingga 58% atau hampir tiga kali lipat, sebelum menurun kembali menjadi sekitar 22% pada Februari 2026.

“Di Aceh, Sumatera Utara Sumatera Barat (laju air hujan) kisarannya 135 mm per detik. Kita di bulan Januari itu sekitar 300-400 mm per detik. Ini kondisi yang harus diwaspadai bersama,” ucapnya.

Berkaitan dengan prediksi bencana hidrometeorologi tersebut, Pemprov Jatim kata Khofifah, telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember 2025 sebagai bagian dari ikhtiar mitigasi.

BACA JUGA:  Sembuh dari Covid-19, Khofifah Lepas Bantuan ke Kalsel

Namun demikian, menurutnya, upaya teknis saja tidak cukup tanpa peningkatan kewaspadaan seluruh pihak serta diikuti do’a kita semua.

“Itulah kenapa kami mengeluarkan surat edaran kepada bupati dan wali kota agar tidak merayakan pergantian tahun dengan euforia. Ini bagian dari ikhtiar mitigasi sekaligus ajakan refleksi dan doa. Karena di setiap doa itu sangat penting bagi keselamatan Jawa Timur,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan terkait lonjakan wisatawan domestik selama libur akhir tahun yang diprediksi lebih banyak ke Jatim dibandingkan Bali, khususnya ke kawasan wisata bahari Banyuwangi.

BACA JUGA:  Buka dan Tinjau Pameran MTQ XXIX, Khofifah Apresiasi Pemkab Pamekasan Kembangkan Kreativitas UMKM 

Ia meminta seluruh pengelola wisata pantai dan air agar orang tua meningkatkan pengawasan demi mencegah hal yang tidak kita inginkan.

“Saya mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan menjaga anak-anak dan keluarganya, terlebih di tengah potensi hujan yang masih tinggi, khususnya saat beraktivitas di kawasan wisata pantai dan air,” ucapnya

“Kewaspadaan ini bukan hanya untuk Nataru, tetapi bersifat jangka panjang. Mengingat pada Februari masih berpotensi hujan, sementara arus mudik Idulfitri juga akan meningkat. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” tegas Khofifah. (ST02)

Tags: BanyuwangiBasarnasKhofifah Indar ParawansaPenyeberangan Ketapang
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In