• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 19 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemkot Surabaya Gandeng Perguruan Tinggi Deteksi Pohon Rawan Tumbang

by Redaksi
Minggu, 21 Desember 2025
Pemetaan risiko terhadap pohon tumbang di Surabaya dicegah dengan upaya perantingan.

Pemetaan risiko terhadap pohon tumbang di Surabaya dicegah dengan upaya perantingan.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng perguruan tinggi untuk mendeteksi pohon-pohon yang berpotensi rawan tumbang dengan menggunakan alat khusus. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko, terutama setelah beberapa kejadian pohon tumbang saat angin kencang di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan kolaborasi tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah (PD), termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).

“Kami sudah melakukan penelitian kerjasama dengan perguruan tinggi, ada alat untuk ngecek kekuatan pohon. Kita kolaborasi dengan beberapa PD, ada sosialisasi, kemudian turun ke lapangan mempraktikkan alat itu, bagaimana cara mengukur kekuatan-kekuatan itu (pohon),” kata Dedik, Minggu (21/12/2025).

Dedik menjelaskan, karakteristik pohon berbeda dengan bangunan yang memiliki usia struktur jelas sejak awal dibangun. Banyak pohon besar di Surabaya saat ini merupakan hasil penanaman puluhan tahun lalu

“Kalau pohon yang ada sekarang, orang kan sekarang rasanya sejuk, enak pohonnya gede-gede (besar-besar), tapi penanaman pohon-pohon itu kan sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu,” jelasnya.

Menurut Dedik, usia pohon yang semakin tua menjadi salah satu faktor kerawanan, terutama saat cuaca ekstrem. “Nah, sekarang ini pohonnya sudah kondisinya semakin bertambah tua, dan kemarin pada saat angin kencang juga ada beberapa pohon tumbang,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Kota Surabaya Sabet Penghargaan Peduli Ketahanan Pangan Tahun 2022

Oleh karena itu, Dedik memastikan bahwa DLH berupaya melakukan pemetaan risiko terhadap pohon-pohon yang ada di wilayah Kota Surabaya. “Sehingga kita ingin mengetahui, mana pohon yang rentan, yang rawan tumbang, dan sebagainya,” katanya.

Dedik menambahkan, edukasi penggunaan alat pendeteksi tidak hanya diberikan kepada petugas DLH, tetapi juga kepada perangkat daerah lain yang terlibat di lapangan.

“Kita kerjasama dengan perguruan tinggi, dan yang diedukasi bukan hanya DLH. Kemarin BPBD, DPKP juga, kita kumpulkan petugas-petugas lapangan itu untuk diedukasi cara menilai kerawanan pohon dengan alat,” jelasnya.

Ia menyebut uji coba alat telah dilakukan langsung di lapangan. “Kita kemarin turun ke lapangan juga untuk ngecek antara pohon ini, pohon ini, kita cek ada alatnya memang,” kata Dedik.

Terkait hasil pemantauan, Dedik menyampaikan bahwa saat ini masih dalam tahap uji coba. “Kemarin masih uji coba alat dan melatih petugas-petugas untuk menggunakan alat. Jadi setelah itu baru nanti kita cek semuanya,” tambahnya.

BACA JUGA:  26 Jaksa Kejari Surabaya Terima Penghargaan Wali Kota

Sementara itu, terkait pengajuan perantingan atau pemotongan pohon dari masyarakat, Dedik memaparkan bahwa setiap permohonan akan diteruskan ke petugas sesuai wilayah kerja. “Kami terkait permohonan-permohoan dari masyarakat harus membagi kepada petugas-petugas di rayon dan cabang,” ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat untuk menyampaikan laporan melalui RT/RW dengan menyertakan informasi lokasi dan dokumentasi pendukung.

“Suratnya tidak harus berkirim fisik, bisa lewat RT/RW ditunjukkan lokasi mana, kalau ada gambar foto kondisi pohonnya, sehingga teman-teman waktu meluncur ke lokasi, peralatan sudah siap, kira-kira pohonnya seperti apa, mereka harus bawa alat seperti apa dan lokasinya jelas,” jelas Dedik.

Selain itu, Dedik menyebut, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Surabaya Single Window (SSW) Alfa. “SSW Alfa juga ada pelayanan pemotongan, perantingan pohon. Sebenarnya sudah banyak akses jalur (pengajuan), di sambat warga juga bisa,” katanya.

Terkait biaya pemotongan pohon di rumah warga, Dedik menegaskan tidak ada pungutan biaya. “Tidak ada biaya, yang ada itu penggantian pohon. Di SSW Alfa sudah dijelaskan, jika ada warga meminta bantuan pemotongan pohon, silakan mengisi di aplikasi SSW Alfa, pohonnya apa, diameter berapa, kemudian harus diganti apa. Itu bisa lebih detail di SSW Alfa,” tegasnya.

BACA JUGA:  Realisasi Pajak Daerah di Kota Surabaya Capai Rp 579,7 Miliar di Triwulan Pertama

Adapun mengenai pengajuan perantingan yang belum ditindaklanjuti, Dedik menjelaskan jika DLH Surabaya menerapkan skala prioritas berdasarkan tingkat bahaya. “Teman-teman (DLH) kalau ada pengusulan perantingan itu memang kami cek dulu kondisi tanamannya. Jadi memang ada prioritas-prioritas, kalau memang ini (pohon) rawan keropos dan membahayakan, tentu itu yang menjadi prioritas kita,” ujarnya.

Selain itu, lokasi pohon juga menjadi pertimbangan utama. Misalnya pohon tersebut berada di tepi jalan raya dan kondisinya berpotensi membahayakan pengendara atau mengganggu lalu lintas. Ia menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi fokus utama DLH dalam penanganan pohon rawan tumbang.

“Misalnya (pohon) di tepi jalan raya, bisa mengganggu lalu lintas dan sebagainya ini juga kami prioritaskan. Jadi, teman-teman DLH harus memprioritaskan, ranting pohon yang ada di jalan raya yang memang kondisinya butuh segera diranting,” pungkasnya. (ST01)

Tags: DLH SurabayaPemkot SurabayaPerguruan TinggiPohon Tumbang
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In