• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Gubernur Khofifah Buka National Sugar Summit 2025, Ajak Sinergi Wujudkan Swasembada Gula Konsumsi Tahun 2026

by Redaksi
Rabu, 17 Desember 2025
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh stakeholders bersama-sama mendukung dan menyukseskan program swasembada gula saat membuka gelaran National Sugar Summit (NSS) 2025 di Ballroom Grand City Convex Surabaya, Rabu (17/12).

Menurutnya, keberhasilan swasembada gula nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan aktif dari semua pihak.

“Arahan Pak Presiden Prabowo terkait swasembada gula itu sangat serius. Maka, melalui forum ini, saya berharap kita semua dapat mendukung misi besar Bapak Presiden bahwa tahun 2026, Insya Allah kita bisa swasembada gula konsumsi,” katanya.

Provinsi Jatim, ditegaskan Gubernur Khofifah, siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi besar tersebut. Hal ini didukung dengan jumlah produksi gula yang mencapai rata-rata 1 juta ton lebih pertahun.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro Siapkan 500 Dosis Vaksin Cegah Penyakit LSD pada Sapi

Bahkan berdasarkan publikasi outlook tebu/gula Ditjen Perkebunan 2025, rata-rata produksi gula Provinsi Jatim selama 2021-2025 tercatat sebesar 1,185 juta ton per tahun. Angka ini menempatkan Jatim sebagai kontributor terbesar produksi gula di Indonesia.

Sementara untuk gula kristal putih, produksi Jatim adalah yang tertinggi selama 10 tahun terakhir. Dengan produksi gula di tahun 2024 mencapai 1,278 juta ton.

Dengan jumlah tersebut, Jatim tidak hanya mampu memenuhi konsumsi masyarakatnya yang mencapai sekitar 263.000 ton per tahun. Tapi juga surplus untuk menyuplai kebutuhan nasional hingga 1 juta ton.

“Produksi gula kita 1,278 juta ton sementara kebutuhan rumah tangga 263.000 ton maka ada surplus 1 juta ton. Artinya, Jawa Timur bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berperan sebagai penopang pasokan gula nasional,” katanya

BACA JUGA:  Banjir Probolinggo, Gubernur Khofifah Turun Langsung Pesan Keselamatan Warga

Tak hanya itu, dari produktivitas lahan, di Jatim telah berkontribusi melalui Bongkar Ratoon dengan target seluas 69.207 hektare dan perluasan area tebu seluas 2.658 hektare yang tersebar di 23 kabupaten sentra penghasil tebu.

Selain sebagai bahan pangan strategis, Gubernur Khofifah juga menekankan potensi besar komoditas tebu sebagai sumber energi terbarukan. Dengan potensi tebu lebih dari 15 juta ton dalam satu musim giling dan asumsi tetes sebesar 5%, maka bioetanol yang dihasilkan sebesar 187.500 ton.

Potensi tersebut, lanjut Khofifah, membuka peluang besar bagi industri energi untuk berkolaborasi dengan ekosistem pergulaan dalam meningkatkan produksi tebu sekaligus menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Beri Penghargaan Tuntaskan Stunting bagi Para Kader

“Dari setiap 4 kilogram tetes dapat dihasilkan 1 liter bioetanol, sehingga potensi bioetanol dari hasil samping gula tebu mencapai sekitar 187.500 ton per tahun,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga meminta agar forum NSS kali ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah pusat, khsusunya berkaitan dengan ekosistem penyerapan gula.

“Saya berharap dari forum ini, dapat muncul beberapa rekomendasi, kita ciptakan ekosistem yang bagus dan berkeadilan sehingga petani tebu dan pabrik gula rakyat terlindungi, tata niaga gula menjadi lebih sehat, dan pada akhirnya target swasembada gula konsumsi nasional dapat kita wujudkan di tahun 2026,” pungkasnya. (ST11)

Tags: Gubernur KhofifahNational Sugar Summit 2025SinergiSwasembada Gula
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah  saat meninjau  ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen Malang.

Gubernur Khofifah Minta Segerakan Isi Kebutuhan Beras SPHP dan Minyakita

Sabtu, 30 Mei 2026

31 Mei di Surabaya, Naik Suroboyo Bus hingga Parkir di Puluhan Titik Bayarnya Rp 733 Pakai QRIS

Sabtu, 30 Mei 2026

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Bahagiakan dan Jaga Lansia Bermartabat

Jumat, 29 Mei 2026
Anas Karno, turun langsung membantu Posga RW 03 Penjaringansari, Rungkut,.

Anas Karno Gandeng Program Pemkot, Perkuat Fasilitas Posga

Jumat, 29 Mei 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah  saat meninjau  ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen Malang.

Gubernur Khofifah Minta Segerakan Isi Kebutuhan Beras SPHP dan Minyakita

Sabtu, 30 Mei 2026

HJKS 2026, Pemkot Surabaya Sterilisasi 100 Kucing Gratis untuk Tekan Populasi Kucing Liar

Sabtu, 30 Mei 2026

31 Mei di Surabaya, Naik Suroboyo Bus hingga Parkir di Puluhan Titik Bayarnya Rp 733 Pakai QRIS

Sabtu, 30 Mei 2026

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Bahagiakan dan Jaga Lansia Bermartabat

Jumat, 29 Mei 2026
Anas Karno, turun langsung membantu Posga RW 03 Penjaringansari, Rungkut,.

Anas Karno Gandeng Program Pemkot, Perkuat Fasilitas Posga

Jumat, 29 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In