SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Surabaya Buchori Imron strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya. Ia menegaskan, setiap pembangunan harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran tanpa memaksakan hingga berutang.
“Kalau sudah kena bunga, dana yang harusnya untuk membayar bunga bisa dialihkan untuk membangun,” ujarnya.
Politisi yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya ini menyatakan upaya meningkatkan PAD tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan memerlukan perencanaan yang matang, pengelolaan yang transparan, serta pemanfaatan aset daerah secara optimal.
“Kota Surabaya ini punya potensi besar, tapi potensi itu harus digarap dengan cara yang tepat,” tambahnya.
Karena itu ia juga mendorong optimalisasi aset milik Pemkot Surabaya agar menjadi sumber pendapatan. Selain itu, pengelolaan pajak daerah perlu dilakukan secara transparan dan berbasis digital, baik berupa tanah, bangunan, maupun fasilitas publik.
Sedangkan di era digital saat ini, ia menyatakan pengelolaan pajak daerah harus lebih transparan dan sepenuhnya terintegrasi secara online. “Hotel, tempat hiburan, reklame, restoran, semuanya harus online. Berapa yang sudah online? Hambatannya apa? Masyarakat perlu tahu,” tegasnya.
Buchori menilai, masyarakat harus paham kondisi anggaran daerah, apalagi Surabaya kini bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Ia menargetkan realisasi APBD tak hanya memenuhi, tetapi melampaui target.
Untuk mempercepat peningkatan PAD, ia mengusulkan keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan aset atau proyek, termasuk melalui skema Build, Operate, Transfer (BOT). Aset atau bangunan mangkrak, bahkan rumah sakit milik Pemkot, bisa ditawarkan untuk kerja sama dengan swasta.
Ia juga mendorong Pemkot Surabaya membentuk dinas atau unit khusus yang ahli memasarkan aset tak terpakai agar dapat menghasilkan keuntungan bagi daerah. (ADV-ST01)






