• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Wali Kota Eri Cahyadi Gaungkan Sekolah Ramah Anak dan Anti Bullying

by Redaksi
Sabtu, 19 Juli 2025
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengikuti senam di salah satu sekolah dasar. Ia menegaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah harus mengedepankan prinsip ramah anak dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengikuti senam di salah satu sekolah dasar. Ia menegaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah harus mengedepankan prinsip ramah anak dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan komitmen kuat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter tangguh dan berakhlak mulia. Salah satu upaya yang konsisten digaungkan adalah penguatan program “Sekolah Ramah Anak”, yang telah dideklarasikan sejak 2019.

 

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif bagi anak-anak. Terlebih di era digitalisasi saat ini, anak-anak diharapkan mampu memilah informasi, serta mengasah potensi dan minatnya dalam berbagai bidang.

Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Pemkot Surabaya kembali menekankan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mengedepankan prinsip ramah anak dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara tegas menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan, khususnya jenjang SD dan SMP, untuk menyelenggarakan MPLS yang membangun semangat positif, penuh kasih sayang, dan menggembirakan.

“Karakter anak-anak ini akan dimulai dari MPLS, sehingga suasana yang gembira dan nyaman akan membuat siswa betah di sekolah. Maka disitulah disiapkan sekolah yang penuh rasa kasih sayang, penuh rasa gembira, penuh dengan rasa agama,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (18/7/2025).

Menurut Wali Kota Eri, pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan menjaga tumbuh kembang anak-anak.

BACA JUGA:  Dana Transfer 2026 Berkurang Rp 730 Miliar, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi salah satu sekolah. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan menjaga tumbuh kembang anak-anak.

“Saya berharap orang tua ini mempunyai peranan penting menjaga putra-putrinya. Tidak bisa hanya dititipkan di sekolah,” tegasnya.

Sebagai bentuk sinergi pendidikan dan pengasuhan, Pemkot Surabaya telah merancang jadwal kegiatan sekolah hingga pukul 12.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan program Sekolah Wawasan Kebangsaan dan Sekolah Bakat Minat hingga pukul 14.00 WIB.

Wali Kota Eri berharap anak-anak mendapatkan ruang untuk menyalurkan dan mengembangkan potensi non-akademik, seperti seni, olahraga, hingga keterampilan.

“Apa pun bakat dan minat anak, mari kita dukung sepenuhnya. Saya sangat berharap orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengeksplorasi hobi dan bakatnya,” imbuhnya.

Langkah progresif ini mendapat dukungan dan apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI RI, Nia Nurhasanah, mengungkapkan kekagumannya atas pelaksanaan MPLS di Surabaya yang dinilai aman, ramah, dan menggembirakan.

“Jika di rumah mereka disayangi orang tua, di sekolah baru pun mereka harus merasa sama. Mereka diperhatikan, dihormati, bahkan dimuliakan,” kata Nia saat meninjau kegiatan di TK-KB Bung Karno, Komplek Graha Bunda PAUD, Surabaya.

BACA JUGA:  Kedekatan Guru, Orang Tua dan Anak Bisa Cegah Perundungan

Nia menilai kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan Pemkot Surabaya sejalan dengan program prioritas nasional seperti Wajib Belajar 13 Tahun, Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), MPLS Ramah Anak, dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). “Ini merupakan sinergi dan kolaborasi luar biasa antara program prioritas kami dengan Pemkot Surabaya,” imbuhnya.

Salah satu bentuk MPLS di sekolah dasar di Surabaya. Dinas Pendidikan Surabaya menekankan bahwa Sekolah Ramah Anak telah diterapkan di seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, memastikan bahwa prinsip Sekolah Ramah Anak telah diterapkan di seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Setiap sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkan inovasi sesuai karakteristik lokalnya.

“Sudah diterapkan di semua sekolah, tergantung inovasi apa saja yang dibuat sekolah dan nanti kita evaluasi,” jelas Yusuf.

Ia menjelaskan bahwa prinsip sekolah ramah anak mencakup lingkungan yang edukatif dan rekreatif, serta memperkuat pendidikan karakter siswa dalam aspek religius, akademik, dan pengembangan bakat.

“Lingkungan sekolah yang ramah dan edukatif dikemas menjadi Sekolah Arek Suroboyo, program pembelajaran yang efektif dan edukatif,” ungkapnya.

Pada tahun ajaran ini, Dinas Pendidikan juga memberi fokus lebih pada penguatan program anti-bullying dan penanaman nilai-nilai toleransi. Yusuf menegaskan bahwa kunci pencegahan perundungan adalah keberanian siswa untuk bersuara.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Antarkan Mantan Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ke Peristirahatan Terakhirnya

“Berani berpendapat, berani bicara, berani memberitahu, dan berani menolak jika ada hal yang tidak benar,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dispendik Surabaya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying di setiap sekolah, yang melibatkan OSIS, ORPES (Organisasi Pelajar Sekolah) hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Satgas ini memiliki peran strategis dalam mengenalkan kegiatan ekstrakurikuler kepada siswa baru serta membantu proses adaptasi mereka di lingkungan sekolah. “Dengan adanya Satgas ini, diharapkan tidak ada lagi kasus perundungan yang terjadi,” harap Yusuf.

MPLS tahun 2025 mengangkat tema “Sekolahku, Rumahku, Guruku, Orang Tuaku,”. Tema yang diangkat ini mencerminkan integrasi harmonis antara lingkungan sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter anak.

Yusuf berharap pelaksanaan MPLS selama sepekan menjadi momen awal yang menyenangkan bagi siswa baru, sekaligus memperkuat komitmen semua pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan bebas bullying.

“Kami berharap MPLS yang berjalan satu minggu ini menjadi awal masuk sekolah yang menyenangkan bagi para siswa dan bebas dari bullying,” pungkasnya. (ADV-ST01)

Tags: Eri CahyadiMPLSSekolah Ramah AnakWali Kota Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In