• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 9 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Bakal Dibikinkan Perda, Restoran dan Mal Harus Miliki Tempat Pemilahan Sampah Mandiri

by Redaksi
Sabtu, 15 Maret 2025
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau kepada setiap pelaku usaha memiliki tempat pengelolaan sampah mandiri. Tujuannya, untuk meringankan beban tempat pembuangan akhir (TPA) di Benowo.

Imbauan ini disampaikan oleh Wali Kota Eri Cahyadi saat menanggapi paparan visi-misi inovasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto. Eri mengatakan, jika sampah yang dihasilkan oleh pelaku usaha restoran dan mal tidak dikelola secara mandiri, akan memberikan beban TPA Benowo.

“Kenapa di mal juga di rumah makan itu nggak dipilah? Kalau nggak diatur dan diberi kebebasan membuang sampah ke TPA dan tidak diedukasi ya nggak pernah selesai,” kata Wali Kota Eri.

BACA JUGA:  Pemprov Jatim Hibahkan Tanah Senilai Rp 2 Milar untuk Bangun Gedung DPD RI

Menurut dia, pemilik usaha seperti restoran harusnya bisa melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Karena, lanjut dia, salah satu poin perizinan dalam membuka tempat usaha di Surabaya adalah harus bisa memilah sampah secara mandiri.

“Jadi hulunya itu adalah rumah tinggal, juga tempat usaha. Maka, buat perda atau perwali, tempat usaha sekarang harus bisa memilah sampah dari usahanya. Mereka kan punya bisnis, dan investasi, maka dari itu salah satu izin mendirikan usaha juga harus bisa memilah itu (sampah),” tuturnya.

Eri pun meminta kepada Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto mengumpulkan para pemilik usaha membahas pengelolaan sampah mandiri. “Jangan ada lagi tempat usaha, tapi memberikan beban sampah kepada Kota Surabaya, komitmennya itu. Jadi semua tempat usaha memilah sampah sejak dari tempat usahanya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rumah Kompos Rungkut Kidul Didorong Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Mandiri

Sementara itu Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, bahwa dirinya berkomitmen sampah yang masuk ke TPA Benowo tahun ini bisa berkurang. Maka dari itu, ia menargetkan, akan menambah 4 titik tempat pengelolaan sampah (TPS) yang berbasis Reduce (Pengurangan), Reuse (Penggunaan Kembali), dan Recycle (Daur Ulang) (3R) di Surabaya.

“Surabaya ini idealnya memiliki sekitar 37 TPS 3R, nah saat ini kami masih memiliki 12 TPS 3R. Di tahun 2025 kami berharap bisa menambah 4 TPS 3R sehingga secara keseluruhan bisa mengurangi sampah di TPA Benowo,” kata Dedik.

BACA JUGA:  60 Persen Volume Sampah Harian di Surabaya Didominasi Organik

Dedik menambahkan, komitmennya yang lain adalah menggerakkan penanganan sampah dari hulu ke hilir. Caranya, yakni meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah mandiri. Dengan cara tersebut, ia berharap, jumlah sampah yang masuk ke TPA Benowo bisa berkurang. Berdasarkan data dari DLH Surabaya sampah yang masuk ke TPA Benowo sekitar 1099 ton per hari. Di tahun ini, dirinya menargetkan, sampah yang masuk ke TPA Benowo turun menjadi 1000 ton per hari.

“Selama tahun ini akan kami tingkatkan lagi pemberdayaan masyarakatnya sehingga harapan kami di akhir tahun 2025, sampah yang masuk ke TPA Benowo maksimal hanya maksimal 1.000 ton per hari,” tandasnya. (ST01)

Tags: DLH SurabayaLelang JabatanPemilahan Sampah
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Sabtu, 9 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di sela meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo.

Gubernur Khofifah dan Kepala Badan Karantina RI Resmikan Karantina Terpadu Jatim Pertama di Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026
Gala Dinner film Zona Merah di Lobi Lantai 2 Balai Kota Surabaya.

Kota Lama Jadi Latar Film “Zona Merah”

Jumat, 8 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam percepatan tanam padi yang dilakukan di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Madiun:

Jumat, 8 Mei 2026

Berita Terkini

Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Sabtu, 9 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di sela meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo.

Gubernur Khofifah dan Kepala Badan Karantina RI Resmikan Karantina Terpadu Jatim Pertama di Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026
Gala Dinner film Zona Merah di Lobi Lantai 2 Balai Kota Surabaya.

Kota Lama Jadi Latar Film “Zona Merah”

Jumat, 8 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam percepatan tanam padi yang dilakukan di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Madiun:

Jumat, 8 Mei 2026
Festival Rujak Uleg menjadi salah satu event HJKS yang selalu menarik kunjungan wisatawan.

Yuk Liburan ke Surabaya, Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Jumat, 8 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In