SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini (Risma) dan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), telah menyelesaikan 60 hari turun langsung menemui masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur. Selama periode ini, mereka tidak hanya menyampaikan visi dan misi, tetapi juga secara aktif menyerap aspirasi dan masalah yang dihadapi oleh warga.
Dalam pertemuan dengan petani, nelayan, guru, pedagang, serta berbagai elemen masyarakat lainnya, pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Hanura ini menemukan banyak permasalahan yang membutuhkan perhatian serius.
Salah satu isu utama yang ditemukan di lapangan adalah keluhan petani terkait sektor pertanian. Menurut Risma, masalah irigasi yang tidak merata, mahalnya harga pupuk, serta rendahnya harga jual hasil panen menjadi persoalan yang harus segera diatasi.
“Saat petani membutuhkan pupuk, harganya mahal. Namun, ketika hasil panen dijual, harga yang diterima seringkali tidak sebanding dengan biaya produksi. Ini masalah mendasar yang harus kita selesaikan,” jelas Risma di Surabaya, Sabtu (23/11).
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan air untuk mendukung pertanian. Dalam rencananya, ia mengusulkan normalisasi sungai, pembangunan pintu air, serta pemanfaatan waduk agar petani dapat menanam hingga tiga kali setahun.
Nelayan juga menghadapi tantangan besar terkait biaya modal yang tinggi. Banyak dari mereka yang terpaksa berutang untuk melaut, sehingga sebagian besar hasil tangkapan digunakan untuk melunasi pinjaman.
“Ini adalah siklus yang harus kita putuskan. Kami akan membantu nelayan dengan program pinjaman berbunga rendah dan menciptakan sistem yang mempermudah akses pasar,” ungkap Risma.
Dalam bidang pendidikan, Risma menemukan banyak keluhan terkait biaya pendidikan yang tinggi hingga menyebabkan ijazah anak-anak tertahan. Selain itu, masalah jarak sekolah yang jauh memaksa anak-anak tinggal jauh dari keluarga.
“Solusi kami adalah memastikan pendidikan gratis hingga SMA sederajat. Kami juga akan meningkatkan kesejahteraan guru, terutama di sekolah-sekolah berbasis agama,” tegas Risma.
Ia juga menyoroti masalah terkait izin operasional sekolah madrasah yang tumpang tindih dan berencana untuk menyelesaikan masalah tersebut agar para siswa dapat menikmati pendidikan tanpa hambatan birokrasi.
Gus Hans, calon Wakil Gubernur, juga menyoroti masalah infrastruktur, khususnya kemacetan di beberapa daerah dan kondisi jalan pegunungan yang membahayakan.
“Untuk daerah pegunungan, kami akan membangun terowongan agar transportasi lebih aman dan efisien. Di wilayah pesisir, kami akan membangun tanggul laut yang juga berfungsi sebagai jalan,” ungkap Gus Hans.
Selain itu, masalah transportasi antar pulau juga menjadi fokus mereka. Gus Hans berencana untuk menyediakan layanan transportasi multifungsi yang mengangkut barang, kendaraan, dan orang, termasuk fasilitas kesehatan di dalamnya.
Risma dan Gus Hans juga memperhatikan masalah kesehatan masyarakat, khususnya di daerah terpencil yang sulit mengakses layanan kesehatan. Risma menyatakan bahwa terdapat 14 daerah di Jawa Timur yang belum memenuhi Universal Health Coverage (UHC).
“Kami akan pastikan agar seluruh daerah tercover melalui APBD provinsi dan layanan BPJS,” kata Risma.
Selain itu, mereka berencana untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas dengan menyediakan program kewirausahaan dan pemeriksaan kualitas air di daerah-daerah yang terpapar zat berbahaya.
Meningkatkan Pelayanan Publik: Sistem Online dan Offline yang Mudah Diakses
Untuk mempermudah layanan perizinan, pasangan ini berencana menghadirkan sistem Pelayanan Terpadu berbasis online. “Namun, bagi warga yang tidak memiliki akses internet, kami akan menyediakan layanan offline di desa-desa, serta menyediakan fasilitas free Wi-Fi di wilayah yang membutuhkan,” tambah Risma.
Risma dan Gus Hans berkomitmen untuk lebih dekat dengan masyarakat. Jika terpilih, mereka tidak hanya akan berkantor di Surabaya, tetapi juga akan mengunjungi berbagai daerah untuk menyelesaikan masalah secara langsung.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat. Dengan cara ini, permasalahan dapat diselesaikan lebih cepat,” tegas Risma. (ST01)





