SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro menggelar tiga rapat paripurna dengan agenda terkait Raperda P-APBD TA 2024. Yakni, Penyampaian Nota Penjelasan Bupati terkait Raperda P-APBD 2024. Dilanjutkan, Penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD terkait Raperda P-APBD 2024, dan Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati atas PU Fraksi-Fraksi DPRD terkait Raperda P-APBD 2024 pada Hari Minggu (18/8).
Pj Bupati Adriyanto mengungkapkan, bahwa usai pembacaan nota penjelasan, ada banyak masukan dari PU fraksi-fraksi yang baik. ’’Pada intinya, perkiraan pendapatan (P-APBD 2024) sedikit lebih baik. Sedangkan, dari sisi belanja ada penyesuaian. Dan, fokusnya pada penurunan kemiskinan,” tuturnya.
Adapun berdasar postur P-APBD 2024 diketahui pendapatan sebesar Rp 5,49 triliun dan belanja Rp 8,1 triliun. Sehingga, defisit sebesar Rp 2,61 triliun itu akan ditutupi dari sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2023 lalu.
Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Fraksi PKB Imam Sholikin menyampaikan, bahwa PU Fraksi PKB pada prinsipnya merekomendasikan Raperda P-APBD 2024 untuk dibahas lebih lanjut di tingkat komisi.
’’Namun, dengan berbagai catatan. Seperti peningkatan mutu layanan pendidikan maupun kesehatan guna meningkatkan indeks pembangunan manusia. Serta, pemerataan pembangunan yang menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” jelasnya.
Selanjutnya, Fraksi Demokrat, Gerindra, Golkar, PDIP, PPP, Nasdem Gerakan Persatuan Indonesia (NGPI), dan Partai Amanat Nasional (PAN) Nurani Rakyat Indonesia Sejahtera (NRIS) menyerahkan dokumen PU kepada pimpinan DPRD secara simbolis.
Rapat Paripurna telah di hadiri, Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto, jajaran forkopimda, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro turut hadir Rapat Paripurna tersebut. sebanyak 33 dari total 50 anggota DPRD hadir di Gedung Paripurna DPRD. Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Abdulloh Umar dan didampingi dua Wakil Ketua DPRD yakni Sukur Priyanto dan Sahudi.(ST10)





