• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Dikemas Adat Jawa, Purnasiswa di SMP Kreatif Muhammadiyah 18 Surabaya Tampil Beda

by Redaksi
Senin, 10 Juni 2024
Para siswa kelas IX angkatan ke-14 di SMP Kreatif Muhammadiyah 18 Surabaya.

Para siswa kelas IX angkatan ke-14 di SMP Kreatif Muhammadiyah 18 Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ada yang unik dalam purnasiswa kelas IX angkatan ke-14 di SMP Kreatif Muhammadiyah 18 Surabaya, Sabtu (8/6) lalu. Pada kegiatan itu dikemas sangat beda. Selain para siswa menggunakan pakaian adat Jawa, prosesi purnasiswa pun diiringi tradisi cucuk lampah, yakni pembuka dan penuntun jalan yang biasanya dilakukan pada rangkaian prosesi pernikahan beradat Jawa untuk mengantar pengantin ke pelaminan.

Kegiatan purnasiswa ini memang mengusung tema pernikahan adat Jawa. Pada momen yang digelar di lingkungan e-School (julukan sekolah SMP Kreatif Muhammadiyah 18 Surabaya), seluruh peserta dan panitia mengenakan busana beskap dan kebaya. Bahkan, mulai dari pintu masuk berhiaskan daun kelapa hijau dan kain jarik. Dekorasi panggung pun berlatar gebyok, mirip panggung pelaminan.

BACA JUGA:  Eri Inginkan Pelayanan di Dispendukcapil Tak Berbelit-belit

Salah satu guru di sekolah ini, Fadhlurrohman, mengungkapkan konsep purnasiswa ini memang dibuat berbeda. Pihaknya ingin momen tersebut mengesankan bagi para siswa.

Makanya, selain konsep perkawinan juga disertakan cucuk lampah. “Bukan sekolah kreatif namanya, kalau tidak ada suguhan berbeda pada purnasiswa dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Menurutnya, cucuk lampah hanya ada saat pernikahan. “Namun supaya berbeda dan diingat, maka kita tampilkan saat kelulusan sehingga jadi berkesan,” terangnya.

Seorang siswa berpakaian anoman berperan sebagai cucuk lampah, menuntun rombongan kelas IX menuju tempat duduk.

Saat pra-acara purnasiswa, di sinilah tradisi cucuk lampah dimulai. Seorang siswa bergaya anoman menuntun rombongan kelas IX menuju tempat duduk dengan iringan gending Jawa ‘Kebo Giro’ yang biasanya digunakan dalam pernikahan adat Jawa. Perjalanan rombongan ini juga diapit oleh pasukan pembawa bendera.

BACA JUGA:  Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Berbobot 845 Kg Disembelih di Masjid Al-Muhajirin

Kepala SMP Kreatif Ari Sutikno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya purnasiswa tahun ini. “Ngapunten (mohon maaf, red) saya memakai dua bahasa, karena hari ini temanya adalah adat pernikahan adat Jawa. Acara hari ini sungguh luar biasa,” katanya

Ia memberikan apresiasi atas semua pihak yang terlibat dalam terselenggaranya kegiatan ini. Dikatakan, pihaknya sebagai guru hanya mendampingi dan membimbing.

“Karena di sekolah, kami adalah sahabat sekaligus orang tua bagi anak-anak. Mugi-mugi (semoga, red), lelah kita semuanya menjadi lillah karena Allah SWT,” tambah Ari.

BACA JUGA:  Jatim Juara Umum Kompetisi Sains Nasional

Ari lantas menyampaikan pesan kepada para siswa yang lulus dari e-School. “Hari ini bukanlah hari terakhir, hanya seremonial. Kalau ada perlu atau rindu, jangan sungkan datang ke sekolah,” tutupnya. (ST01)

Tags: Adat JawaCucuk LampahPurnasiswaSMP Kreatif Muhammadiyah 18 Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In