SURABAYATODAY.ID, MALANG – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin memberikan kuliah umum kunjungan kerjanya ke Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (19/1). Wapres Ma’ruf Amin mengatakan bahwa moderasi agama sejalan dengan konsep Islam Wasathiyah.
Yakni menghindari ekstremisme dan menjaga cara hidup seimbang sesuai dengan Al-Baqarah ayat 143. “Maka moderasi agama itu berarti simbol keseimbangan kehidupan beragama dan bernegara, perisai penolak pendekatan sekuler dan negara yang diatur agama tertentu, serta menciptakan harmonisasi tanpa diskriminasi salah satu agama,” katanya.
Moderasi agama, sebut Ma’ruf, juga berarti berjalan secara harmonis dengan segala aspek kehidupan. Dalam konteks pendidikan, moderasi agama berarti meleburnya ilmu agama dengan teknologi maupun sains.
“Kita harus menyediakan mereka yang berilmu dalam agama, kalau tidak kita tidak bisa menjawab perubahan. Begitu juga kita harus lahirkan bukan cuma ulama, tapi juga sarjana, yang bisa memakmurkan bumi. Maka kita juga butuh mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjutnya.
Ma’ruf juga mengatakan bahwa moderasi agama merupakan bagian dari tiga tanggungjawab Nahdlatul Ulama. Yakni tanggungjawab keumatan, tanggungjawab kebangsaan, serta tanggungjawab kemanusiaan/global.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Ma’ruf menandatangani prasasti peresmian Start-Up Education Center Unisma. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Rektor Unisma Prof. Maskuri. (ST02)





