SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – PDIP semakin menancapkan diri sebagai partai calon pemenang pemilu. Setelah memenangi pemilu dalam 10 tahun terakhir, kini PDIP pun masih berada di urutan teratas.
Setidaknya, hal ini terlihat dari hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) yang dirilis, Kamis (13/7). Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20 – 30 Juni 2023 di 31 kecamatan Kota Surabaya.
SSC melakukan survei mengenai kecenderungan perilaku pemilih warga kota Surabaya menjelang Pemilu 2024, dan hasilnya partai berlambang banteng dengan moncong putih itu masih menjadi jawara secara elektabilitas di Surabaya.
Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan, elektabilitas PDIP berada di posisi puncak dengan memperoleh angka sebesar 49,2 persen. Perolehan partai lainnya jauh di bawahnya.
“Disusul oleh Gerindra dan PKB yang masing-masing mengantongi 8,6 persen dan 8,2 persen di urutan kedua dan ketiga,” ungkapnya.
Ikhsan menambahkan selain tiga posisi teratas, partai lain yang berada di belakangnya adalah seperti Demokrat dan Golkar dengan perolehan masing-masing 6,7 persen dan 5,4 persen. Kemudian PKS dengan 3 persen, Nasdem 2,8 persen, dan PAN dengan 2,7 persen.
“Lainnya, yakni Perindo 1,7 persen, PSI dan PPP keduanya 1 persen, sisanya seperti Partai Buruh, Gelora, PKN, Hanura, Garuda, PBB, dan Ummat sama-sama memperoleh 0,1 persen”, urai Ikhsan.
Ikhsan menjelaskan melambungnya elektabilitas PDIP menunjukkan bahwa seluruh elemen dari mesin partai PDIP telah bekerja secara optimal, dengan program-program partai yang langsung menyentuh persoalan riil yang dihadapai masyarakat Surabaya. “Sehingga dari waktu ke waktu tingkat penerimaan masyarakat terhadap PDIP semakin tinggi, dan secara langsung juga mengatrol elektabilitas PDIP di Kota Surabaya,” jabar dia.
Meski demikian, ia menyatakan terdapat 9 persen dari seluruh responden yang memilih untuk tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu atau yang biasa disebut sebagai undecided voters. Undecided voters ini adalah peluang atau ceruk yang relatif besar yang masih dapat diperebutkan dan digarap oleh partai-partai lainnya.
“Berdasarkan data empirik, perilaku memilih undecided voters ini akan menentukan pilihan pada detik-detik terakhir menjelang hari pencoblosan,” pungkas Ikhsan.
Sementara itu, SSCmelakukan survei ini dengan 1.200 responden yang dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. (ST01)





