• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Jatim Raih Sertifikat Eliminasi Malaria

by Redaksi
Kamis, 15 Juni 2023

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur berhasil dinyatakan sebagai provinsi di Indonesia yang berhasil eliminasi malaria di tahun 2023 oleh Kementerian Kesehatan RI. Selain Jawa Timur, terdapat empat provinsi lain yaitu DKI Jakarta, Bali, Banten, dan Jawa Barat. Dimana, hingga April 2023 terdapat lima provinsi dan 381 kabupaten/kota di Indonesia yang dinyatakan berhasil eliminasi malaria.

Keberhasilan Jatim Eliminasi Malaria ini ditandai dengan Penyerahan Sertifikat Eliminasi Malaria tingkat Provinsi oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonowu, DHSM.MARS kepada Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Akhmad Jazuli saat acara Puncak Hari Malaria Sedunia tahun 2023 di Kalimantan Timur, Kamis (15/6).

Atas diraihnya sertifikat ini, Gubernur Khofifah menyampaikan hal ini menjadi wujud komitmen Pemprov Jatim bersama seluruh stakeholder terkait dalam upaya mengemilinasi kasus malaria di Jawa Timur dengan langkah-langkah konkret dan komprehensif.

“Atas nama Pemprov Jatim kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder terkait yang telah berkolaborasi dan bersinergi bersama untuk mewujudkan eliminasi malaria di Jatim. Hal ini menjadi bagian dari upaya kita dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pj Sekda Bojonegoro Sambut Menteri Lingkungan Hidup Pulang Kampung

“Di mana ini nantinya juga akan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim,” imbuhnya.Eliminasi malaria adalah upaya pemutusan rantai penularan malaria setempat pada manusia di wilayah tertentu secara berkesinambungan. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penyakit serendah mungkin agar tidak menjadi masalah kesehatan.

Khofifah mengatakan, untuk berhasil mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria tingkat Provinsi ini, seluruh Kabupaten/Kota yang ada di wilayah provinsi tersebut harus sudah dinyatakan status eliminasi malaria. Serta telah melaksanakan kegiatan tahap pemeliharaan terutama mencegah munculnya kembali kasus penularan setempat (indigenous).

Berdasarkan data, seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sendiri telah mendapat sertifikat eliminasi malaria semenjak tahun 2018. Pencapaian ini diperoleh secara bertahap yakni Tahun 2014 sebanyak 34 kab/kota telah mendapat sertifikat eliminasi malaria. Kemudian disusul Tahun 2015 yakni Kab. Banyuwangi, Tahun 2016 Kab. Madiun dan Kab. Pacitan, serta Tahun 2017: Kab. Trenggalek.

BACA JUGA:  Lima Ribu Sertifikat Tanah Wakaf Siap Dibagikan

“Kami mengajak semua stakeholder untuk  berkomitmen agar  terus mempertahankan daerah eliminasi malaria sampai penilaian selanjutnya oleh WHO pada tahun 2024 mendatang,” katanya.

Selain itu, untuk mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria tingkat provinsi ini, terdapat sejumlah tahapan. Pertama, Self assesment atau penilaian mandiri terhadap empat persyaratan kriteria yang ditetapkan dalam mencapai eliminasi malaria tingkat Provinsi.

Kedua, melalui pengusulan penilaian eliminasi oleh Pemerintah Daerah Provinsi  kepada Dinas Kesehatan Provinsi  dan  Penilaian oleh Komisi Penilaian Eliminasi Malaria secara independen.

Berdasarkan data Esismal (Sistem Informasi Surveilans Malaria) tahun 2022 jumlah kasus malaria di Jawa Timur sebanyak 579 kasus (semua kasus import bukan kasus penularan setempat) dan ada 2 kematian.

Sedangkan data per Mei tahun 2023, jumlah kasus malaria di Jawa Timur sebanyak 225 kasus (semua kasus import bukan kasus penularan setempat) dan ada 2 kematian.

BACA JUGA:  Hari Jantung Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jalankan Pola Hidup Sehat dan Aktif Bergerak

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, mengingat kasus import masih ada di tiap tahunnya, maka diperlukan kegiatan pencegahan terjadinya penularan setempat. Untuk itu ia meminta masyarakat untuk melakukan sejumlah kewaspadaan. Yakni bagi yang baru saja melakukan perjalanan dari wilayah endemis malaria untuk segera memeriksakan diri ke fasyankes (bergejala atau tidak bergejala).

“Kemudian mewaspadai gejala malaria dengan memeriksakan diri ke fasyankes karena diagnosis malaria sedini mungkin dan pengobatan standar sangat penting. Apabila keluar rumah di malam hari, gunakan baju dan celana panjang. Serta ikut berpartisipasi dalam pengendalian vektor pada habitat nyamuk anopheles,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2023 mengusung tema global ’Time to Deliver Zero Malaria: Invest, Innovate, Implement’. Sedangkan tema nasional adalah ‘Dengan Investasi, Inovasi, dan Implementasi, Kita Capai Indonesia Bebas Malaria’. (ST02)

Tags: Eliminasi MalariaGubernur KhofifahKesehatan MasyarakatPemprov JatimSertifikat
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In