SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar pertemuan dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya, beserta Lembaga Amil Zakat (Laz) se-Surabaya, Selasa (4/4). Pertemuan itu membahasa pelaksanaan penyaluran zakat pemberdayaan melalui modal usaha.
Lewat kegiatan tersebut, Eri menegaskan zakat tak lagi bersifat pemberian bantuan, melainkan pemberian modal usaha. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kemenag Kota Surabaya, Baznas Surabaya, dan Laz se-Surabaya akan melakukan penyatuan data terhadap warga miskin.
Dari data tersebut, akan lebih mempermudah penyaluran zakat modal usaha. Modal usaha tersebut bisa berupa alat dagang, agar penerima manfaat bisa mandiri secara ekonomi.
“Jadi sampai akhir Ramadan nanti Insya Allah penyatuan data dan prosedur cara kerja. Dengan pertemuan hari ini, alhamdulilah kita punya kekuatan dan cara pandang yang sama,” ungkap Eri.
“Maka kita akan menyatukan data, selanjutnya kita akan menjadikan mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (penyalur zakat),” lanjutnya.
Menurut dia, setiap zakat, infaq, dan sedekah dari Kemenag Surabaya, Baznas Surabaya, dan Laz se-Surabaya akan dijadikan satu. Harapannya, melalui zakat pemberdayaan ini, dalam waktu lima bulan, warga tersebut telah memiliki tabungan dan kemandirian ekonomi.
“Uangnya akan menjadi satu, ini disentuh pakai ini, ini disentuh pakai ini, pemerintah menyentuhnya pakai ini. Karena ketika kita beri pekerjaan, tidak langsung menghasilkan untuk makan. Sehingga bantuan itu harus di berikan agar dia tidak lapar dan sekolahnya tidak putus, maka diberikan bantuan 4-5 bulan,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Eri menyatakan bahwa zakat, infaq, serta sedekah yang disalurkan oleh masyarakat ke lembaga penerima zakat akan menjadi bagian dalam pembangunan Kota Surabaya, yakni dalam proses pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
“Data kita (warga miskin) ada 75 ribu, kita akan petakan lagi dari Kemenag, Baznas, dan Laz. Lalu kita masukkan untuk berbagi. Kekuatan kita ini adalah satu data ini, setelah itu kita terjun bersama-sama. Serta menambah kepercayaan pemberi zakat, bahwa kami memiliki laporan penyaluran zakat,” jabarnya.
Melalui pertemuan tersebut, Eri bercita-cita ingin membuat Kampung Madani di setiap kelurahan se-Surabaya. Yaitu, minimal terdapat 2 RW di setiap kelurahan yang memiliki Kampung Madani yang akan dikoneksikan dengan Kemenag Surabaya.
“Kalau orang Jawa bilang adalah kampung yang sejahtera, aman, dan bahagia. Jadi konsepnya mereka bisa bergerak sendiri. Tidak ada yang miskin, tidak ada yang tidak bisa makan, tidak ada stunting, serta yang kaya membantu yang lemah,” jelasnya. (ST01)





