• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 25 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Pertama Kali Digelar, Festival Cap Go Meh di Kya-Kya Makin Kuatkan Surabaya Kota Toleransi

by Redaksi
Senin, 13 Februari 2023
Festival Cap Go Meh di Kya-Kya Kembang Jepun yang diselenggarakan Pemkot Surabaya.

Festival Cap Go Meh di Kya-Kya Kembang Jepun yang diselenggarakan Pemkot Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya untuk yang pertama kalinya menggelar Festival Cap Go Meh di Kya-kya Kembang Jepun, Surabaya, Minggu (12/2) malam. Meskipun sempat hujan, namun antusiasme warga Surabaya luar biasa menyaksikan festival yang dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu.

Dalam acara tersebut, para pengunjung dimanjakan dengan berbagai penampilan, mulai dari parade Festival Cap Go Meh 2023 yang mana semua pesertanya menggunakan kostum unik. Seperti kostum kera sakti, barongsai, liang liong, kostum kerajaan dan kostum menarik lainnya.

Bahkan, saat itu juga ada penampilan musik tradisional khas Tiongkok, tarian cap go meh, fashion show, tarian bian lian, dan wushu litthle sun school dan wushu lima naga.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Festival Cap Go Meh 2023 ini warga Kota Surabaya berbondong-bondong datang untuk menyaksikan acara ini. Meskipun sempat hujan, tapi tetap festival ini berjalan dengan meriah.

“Ini membuat saya bangga. Festival ini semakin menunjukkan dan semakin menguatkan bahwa Surabaya kota toleransi, sebuah kota yang toleransinya sangat luar biasa,” katanya.

BACA JUGA:  Mewujudkan Surabaya Kota Toleransi, Wali Kota Eri Kumpul Akrab dengan Tenaga Pendidik Keagamaan

Menurutnya, dulu ada beberapa pihak yang meragukan kampung pecinan Kya-kya ini akan bertahan lama. Mereka memprediksi hanya akan bertahan satu atau dua tahun ke depan, dan setelah itu berhenti.

Namun, dengan adanya Festival Cap Go Meh ini dia semakin yakin bahwa kampung pecinan itu akan terus berkembang dan pemkot akan terus melestarikan kawasan tersebut.

“Jadi, kalau ingin melihat kampung pecinan, kalau ingin jalan-jalan menikmati suasana dan makanan khas cina, maka harus berkunjung ke Kya-kya ini, sehingga kita berkomitmen untuk terus mempertahankan Kya-kya ini,” tegasnya.

Bagi dia, inilah yang harus dilakukan oleh Surabaya sebagai kota toleransi, kota semua agama, semua suku dan ras. Bahkan, saat ini ketika ada perayaan natal, maka Surabaya bernuansa natal. Begitu pula ketika perayaan Imlek, akhirnya Balai Kota Surabaya, Balai Pemuda Surabaya atau Alun-alun Surabaya serta tempat lainnya juga bernuansa Imlek.

Sementara itu, Haka Wallesa, salah satu pedagang di Kya-kya yang saat itu memakai kostum Patkay mengaku selama ini sudah mengidam-idamkan adanya Festival Cap Go Meh di Kota Surabaya. Sebab, selama ini belum pernah ada Festival Cap Go Meh yang digelar dengan sangat meriah seperti malam ini.

BACA JUGA:  RAPBD 2022 Diajukan Rp 10,1 Triliun, Fokus Penuntasan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

“Puji Tuhan karena ada Kya-kya ini akhirnya Pemkot Surabaya bisa menggelar Festival Cap Go Meh yang acaranya sangat meriah dan antusiasme warga juga sangat besar,” kata Haka.

Ia juga mengaku bangga dan bahagia karena akhirnya Pemkot Surabaya bisa menggelar acara meriah ini. Di acara ini, ia merasa sangat dihargai sebagai warga Tionghoa. “Di acara ini, saya sangat merasakan toleransi yang sangat amat luar biasa. Makanya, kami para pedagang di Kya-kya ikut mempersembahkan sesuatu untuk meramaikan rumah kita, dan supaya budaya ini kian terkenal dan tidak luntur dari anak cucu kita, makanya kita melestarikan ini. Semoga ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh komunitas Koko Cici Jawa Timur yang juga ikut dalam Parade Festival Cap Go Meh 2023. Cici Sherly Angelina, Cici Jawa Timur 2022 ini juga berharap acara semacam ini bisa terus digelar di Kya-kya. Sebab, apabila ada Festival Cap Go Meh, ada budaya Tionghoa yang ditampilkan dan ditawarkan kepada warga Kota Surabaya, sehingga warga bisa memetik pelajaran dari penampilan tersebut.

BACA JUGA:  Meriahnya Festival Rujak Uleg, Ribuan Pengunjung Padati Kya-Kya

“Kami Koko Cici Jawa Timur yang mewakili generasi muda tentunya sangat support dengan acara semacam ini. Kami sangat bangga dengan acara seperti ini, apalagi ini baru pertama kali digelar, sehingga kami berharap acara semacam ini bisa terus digelar di tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Menurutnya, Surabaya itu dikenal dengan ikon gotong royongnya dan toleransinya yang begitu tinggi. Bahkan, ia mengakui bahwa Koko Cici Jawa Timur juga terus membangkitkan semangat gotong royong dan toleransi itu di Surabaya.

“Nah, dengan adanya acara seperti ini, maka tentu ini semakin menguatkan Surabaya kota gotong royong dan Surabaya kota toleransi,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Cap Go MehFestival Cap Go MehKya-Kya Kembang JepunSurabaya Kota Toleransi
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Arumi Bachsin dalam acara "Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026".

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Ajak Kartini Muda Penggiat Fashion dan Kriya Inovatif Terapkan Sustainable Design

Sabtu, 25 April 2026

Jawa Timur Raih Penghargaan National Governance Awards 2026 Kategori Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program

Sabtu, 25 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Sinergi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Asta Cita dan Pemerataan Pembangunan

Sabtu, 25 April 2026

Dukung Konsep Night Zoo, Pemkot Surabaya Tata Ulang Tampilan KBS Jadi Lebih Estetik

Sabtu, 25 April 2026

Berita Terkini

Arumi Bachsin dalam acara "Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026".

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Ajak Kartini Muda Penggiat Fashion dan Kriya Inovatif Terapkan Sustainable Design

Sabtu, 25 April 2026

Jawa Timur Raih Penghargaan National Governance Awards 2026 Kategori Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program

Sabtu, 25 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Sinergi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Asta Cita dan Pemerataan Pembangunan

Sabtu, 25 April 2026

Dukung Konsep Night Zoo, Pemkot Surabaya Tata Ulang Tampilan KBS Jadi Lebih Estetik

Sabtu, 25 April 2026

Dua Event HJKS ke-733 Masuk KEN 2026

Sabtu, 25 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In