SURABAYATODAY.ID, MALANG – Pemprov Jatim mengikuti Refreshment Manajemen Pemerintah Tahun 2023 di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Ballroom Hotel Grand Mercure Malang. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pentingnya perubahan mindset merupakan langkah yang strategis.
Sebab, banyak perubahan yang dapat dicapai dengan berani berinisiasi serta ber inovasi seiring lahirnya struktur baru di pemprov Jatim yaitu Badan riset dan inovasi (BRIDA) yang semula badan penelitian dan pengembangan.
Contoh yang sangat prominent, ungkap Khofifah, adalah bagaimana Pemprov Jatim berhasil merealisasikan pendapatan 2022 hingga 107,48 persen atau Rp 31,77 triliun dari total perencanaan Rp 29,56 triliun. Sedangkan, total belanja mencapai 94,02 persen dengan realisasi 31,59 triliun dari total perencanaan Rp 33,60 triliun.
Sebagai informasi, Refreshment Manajemen Pemerintah Tahun 2023 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diikuti oleh 61 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II.
Dalam tiga hari pelaksanaannya, peserta akan mengikuti 11 materi. Pada pembukaan di hari pertama ini, empat materi yang disampaikan.
Yakni materi Penguatan Analisis Data dan IT dalam mendukung Pelayanan Pemerintah Daerah oleh Head of Bussiness Data Platform Grab Ainun Najib, serta Pimpinan Transformasi di Era Persaingan Global oleh Founder and Executive Chairman Markplus, Inc. Hermawan Kartajaya.
Setelahnya, para peserta beserta pasangannya mengikuti materi Etika dan Tata Krama Pergaulan Internasional dan Table Manner yang diberikan oleh John Robert Powers.
Tak hanya itu, ada pula materi Kepemimpinan Reformasi Birokrasi Tematik oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenpanRB RI Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto. Yang mana, dalam paparannya, Erwan menekankan pentingnya digitalisasi sistem pada birokrasi.
“Ini salah satu program Kemenpan RB yang kami susun berdasarkan arahan Pak Presiden. Ada tujuh poin yang berfokus pada reformasi birokrasi tematik. Salah satunya adalah transformasi profesionalisme ASN maupun non ASN yang meliputi penyederhanaan birokrasi,” ujarnya.
Untuk itu, Khofifah berpesan kepada para peserta untuk benar-benar memperhatikan materi yang disampaikan semua narasumber. Sehingga World Class Bureaucracy dapat diterapkan secara menyeluruh.
“Mendapatkan narasumber seperti ini tidak mudah. Karena itu, tolong betul-betul didalami untuk kita sendiri dan sangu bekerja setahun ke depan. Bagaimana komunikasi yang efektif dan efisien ini bisa dikomunikasikan di antara kita dan menyampaikan hasilnya ke publik,” pesan Khofifah. (ST02)





