SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indryani, kembali bertemu dengan para Kader Surabaya Hebat (KSH). Ini terlihat dalam hari ketiga pelaksanaan kegiatan “Rek Ayo Rek” (Rekreasi Kader Suroboyo Hebat bareng Cak Eri dan Ning Rini), yang digelar di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Jumat (9/9).
Selain sebagai wujud terima kasih Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya atas peran KSH mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, kegiatan rekreasi bersama KSH ini, membuat para pelaku UMKM di THP Kenjeran mampu meraup omzet jutaan rupiah.
“Otomatis dengan acara ini para UMKM sangat terbantu. Rata-rata pendapatan mereka cukup lumayan, hampir sama dengan pendapatan saat akhir pekan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Obyek Wisata THP Kenjeran, Rusdi Ismet.
Menurut Ismed, untuk satu stand UMKM, mereka bisa membawa pulang omzet mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta sehari. Dengan total 197 stand UMKM yang terdiri dari stand kuliner, makanan ringan, hingga suvenir.
“Seperti di stand kuliner, kerupuk atau ikan asin, mereka ada yang mendapatkan omzet mulai Rp 2 juta. Ada yang Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Alhamdulilah selama ada cara ini berlangsung, sangat menunjang usaha UMKM di THP Kenjeran,” ungkapnya.
Di acara “Re Ayo Rek” kali ini, dihadiri 4.635 KSH yang berasal dari Kecamatan Wonocolo, Tenggilis Mejoyo, Gubeng, Bubutan, Mulyorejo, dan Wiyung. Disana, para KSH bisa bersantai sambil menikmati kuliner. Mulai dari Lontong Kupang, Lontong Balap, Rujak Cingur, ikan asap dan masih banyak lainnya. Bukan itu saja, juga disediakan beberapa hiburan di THP Kenjeran, seperti live musik juga permainan anak agar para KSH tidak bosan.
Tutik pemilik stand kerupuk di THP Kenjeran mengaku sangat merasa senang dengan kegiatan yang diadakan oleh Pemkot Surabaya. Sebab, selama tiga hari pelaksanaan kegiatan “Rek Ayo Rek” ini, ia bisa mendapat omzet mencapai Rp 5 juta per hari.
“Alhamdulilah tiga hari ini ramai terus, omzet saya dalam satu hari hampir mencapai Rp 5 juta per hari,” kata Tutik.
Senada dengan hal tersebut, Fauziah pemilik stand kuliner juga mengaku bahwa para pemilik stand kuliner di THP Kenjeran mendapat tambahan penghasilan. Selama tiga hari berturut-turut, stand miliknya selalu ramai dikunjungi oleh para KSH. Untuk satu hari saja, ia bisa mendapat omzet mencapai Rp 3 juta.
Tak berbeda dengan Tutik dan Fauziah, pemilik stand suvenir, Suharnik mengaku ada kemajuan pendapatan selama gelaran “Rek Ayo Rek” berlangsung. Di stand miliknya, para KSH menyerbu topi pantai. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, mulai dari Rp 30 ribu – Rp 60 ribu.
“Alhamdulilah ada kemajuan selama tiga hari. Mudah-mudahan semua penjual dagangannya laris semua,” pungkasnya.
Sebagai diketahui, kegiatan “Rek Ayo Rek” akan dilaksanakan hingga tujuh hari, dengan mengundang para KSH dari seluruh Kecamatan di Kota Surabaya di dua lokasi berbeda. Yakni, di THP Kenjeran dan kawasan Eco Wisata Romokalisari (ST01)






