SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Menjaga erat toleransi antar umat beragama, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama, hadir dalam rapat persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 di Gedung Bhara Daksa, Polrestabes Surabaya, Selasa (14/12).
Di acara yang bertema ‘Rapat Koordinasi Lintas Agama, Forkopimda dan Tokoh Agama’ itu, Wali Kota Eri berpesan kepada masyarakat, untuk saling menjaga dan berkolaborasi sesama antar umat beragama. Tujuannya, agar suasana dan pelaksanaan Nataru di Kota Pahlawan semakin kondusif.
“Karena di dalam ajaran apapun, kita adalah satu saudara. Sebelum acara dimulai tadi ada pesan dari Pak Kapolrestabes, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan. Beliau tadi bilang, ini (Nataru) harus berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya.
Dalam rapat koordinasi lintas agama, Forkopimda dan tokoh agama kali ini, Eri menyampaikan, bahwa kenyamanan dan keamanan beribadah selama Nataru pada 25 Desember 2021 mendatang, akan menjadi tolok ukur dari ketoleransian antar umat beragama. Karena itu, menyambut Nataru, bukan hanya menjadi tugas Pemkot Surabaya dan Forkopimda, tetapi juga peran masyarakat.
“Saling menjaga satu sama lain antar umat beragama, itu merupakan wujud keberhasilan toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya. Insya Allah, di Hari Raya Natal nanti saya titip doa kepada panjenengan (anda) semua, supaya natal nanti kota ini segera terbebas dari Covid-19 dan tidak ada varian baru serta perekonomian di kota ini bisa terus berputar,” ujarnya.
Untuk menguatkan antar umat beragama, Eri menyampaikan keinginannya menerapkan kewajiban zakat bagi seluruh umat beragama pada tahun 2022. Tujuannya, yaitu untuk kesejahteraan seluruh warga Kota Surabaya.
“Saya ingin, Insya Allah nanti seluruh umat beragama menerapkan kewajiban mengeluarkan zakat. Kalau di Islam itu 2,5 persen, kalau di Kristen itu per 10. Saya mohon dengan kerendahan hati saya, minta tolong, nanti disamakan datanya. Siapa saja warga Surabaya yang berhak menerima, Insya Allah nanti tidak ada lagi orang miskin di kota ini,” tambah dia.
Mantan kepala Bappeko ini menambahkan, nantinya hasil dari diskusi ini akan diterapkan selama pelaksanaan perayaan Nataru mendatang. Mulai dari konsep, pemetaan, pelaksanaan ibadah di gereja, hingga penataan parkir, nantinya akan didiskusikan bersama jajaran Forkopimda Surabaya dan tokoh lintas agama.
“Nanti hasilnya akan dijadikan protap Nataru dan kita jaga bersama. Saya yakin seluruh umat beragama yang ada di Kota Surabaya bisa saling menjaga pelaksanaan ibadah Natal 2021,” tambahnya. (ST01)





