• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Jatim Terima Dua Penghargaan BKN Award 2021, Ini Rahasianya

by Redaksi
Sabtu, 27 November 2021
Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di gedung Negara Grahadi Surabaya.

Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di gedung Negara Grahadi Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA– Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima dua penghargaan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Award 2021. Pertama, peringkat I untuk perencanaan kebutuhan, pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun. Kedua, peringkat I komitmen pengawasan dan pengendalian.

Dua penghargaan tersebut diserahkan Kepala BKN RI, Bima Haria Wibisana. Penghargaan diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/11).

Sebagai informasi, BKN Award 2021 diberikan bagi kementerian/lembaga/daerah sebagai instansi pengelola kepegawaian terbaik dari penilaian indeks implementasi norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Gubernur Khofifah mengatakan, inovasi menjadi faktor penting dalam menghadapi era Society 5.0. Dia ASN di lingkungan Pemprov Jatim terus berinovasi dalam menjalankan tugasnya.

BACA JUGA:  Pemprov Jatim Kembali Lahirkan Doktor

Ia menuturkan Pemprov Jatim menerapkan konsepsi CETTAR dalam menjalankan roda pelayanan kepada masyarakat. CETTAR yang tidak lain adalah akronim dari Cepat, Efektif, Tanggap, Transparansi, Akuntabel dan Responsif tersebut. Tagline ini dijadikan motivasi dan pendongkrak semangat seluruh ASN Jatim untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Selama ini, kami berupaya agar CETTAR benar-benar diwujudkan dalam setiap program kerja dan kebijakan. Jadi bukan sekadar slogan. Saya ingin masyarakat Jatim benar-benar bisa merasakan arti CETTAR tersebut,” ungkap Khofifah.

“CETTAR berarti ada kecepatan kita untuk bisa menangani apa saja yang menjadi tupoksi kita, efektif, efisien, tanggap, transparan, penting itu accountable dan responsif. Tak hanya responsif tapi quick response. Format ini menyatu pada gerak seluruh OPD, tidak terkecuali,” tambah dia.

BACA JUGA:  Perkuat Kolaborasi, Departemen Matematika ITS Gandeng Multipolar Gelar Mathematics Coding Academy

Khofifah berharap penghargaan ini dapat menjadi semangat dan dorongan untuk melakukan transformasi yang dapat menjawab semua tantangan kekinian. Di antaranya melakukan pembinaan terhadap sumber daya manusia yang notabene menjadi ujung tombak pelayanan publik.

“Bukan hanya pemenuhan kebutuhan, tetapi percepatan pemenugan kualifikasi kompetensi yang dibutuhkan. Semakin baik kualitas SDM, diharapkan semakin baik pula kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana mengatakan bahwa penguatan birokrasi merupakan kunci kemajuan negara. Menurutnya, saat ini birokrasi harus mampu dan terampil berkolaborasi dalam mewujudkan berbagai program dan kebijakan pembangunan.

BACA JUGA:  Adhy Karyono Dilantik Jadi Sekdaprov Jatim

Kata dia, sudah waktunya birokrasi beradaptasi dan mengubah pola-pola yang sekiranya tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Utamanya dalam hal pelayanan publik dan birokrasi. Selain digitaliasi layanan agar lebih efektif dan efisien, pembinaan SDM pun perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Termasuk dengan menggandeng generasi millenial dan gen z.
“Milenial dan gen Z punya persepsi dan nilai yang tidak ada di generasi sebelumnya. Tapi banyak yang mengatakan kalau mereka tidak santun. Mereka cuek, jadi jangan disamakan dengan generasi dulu,” katanya.

“Kita malah harus beradaptasi karena mereka dengan kecakapan teknologinya merupakan masa depan kita,” imbuhnya. (ST02)

Tags: BKN Award 2021JatimKhofifah Indar ParawansaPemprov Jatim
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Diklat Anfa Pasuruan Amankan Tiket Semifinal Kompetisi Ramadhan KU 16

Kamis, 12 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Tindak Lanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA Saat Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Buka Peluang Kerja Sama Transportasi dengan Kampus

Kamis, 12 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Konten Negatif Jadi Ancaman, Wali Kota Eri Cahyadi Dukung Pembatasan Medsos Anak

Rabu, 11 Maret 2026

Berita Terkini

Diklat Anfa Pasuruan Amankan Tiket Semifinal Kompetisi Ramadhan KU 16

Kamis, 12 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Tindak Lanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA Saat Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Buka Peluang Kerja Sama Transportasi dengan Kampus

Kamis, 12 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Konten Negatif Jadi Ancaman, Wali Kota Eri Cahyadi Dukung Pembatasan Medsos Anak

Rabu, 11 Maret 2026

Jelang Lebaran, Pemkot Surabaya Gelar GPM dan Pasar Murah Serentak di 31 Kecamatan

Rabu, 11 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In