SURABAYATODAY.ID, BLITAR – Setelah ziarah ke makam gubernur pertama Jatim Raden Mas Tumenggung (RMT) Ario Soerjo, di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Minggu (10/10), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali melakukan ziarah. Kali ini ke makam Bung Karno di Blitar (11/10).
Ziarah dan tabur bunga itu merupakan momentum jelang peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim ke-76. Selain itu juga untuk menghormati napak tilas perjuangan sejarah para Pahlawan Nasional Pendiri Republik Indonesia.
Gubernur Khofifah memimpin prosesi upacara ziarah. Ia menyatakan bahwa dalam pembangunan daerah, masyarakat harus meneladani perjuangan pahlawan pendiri Bangsa Indonesia. Selain itu, jejak keteladanan pengorbanan dan perjuangan pahlawan juga harus menjadi pemantik semangat perjuangan membangun Jawa Timur.
“Kalau biasanya kita diajarkan bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati dan menghargai jasa para pahlawan, maka saya ingin tambahkan yaitu mengikuti jejak teladan, pengorbanan dan perjuangan pahlawan,” katanya.
Bersama dengan Forkopimda Jatim maupun Forkopimda Kabupaten/kota Blitar dan seluruh pendamping, gubernur perempuan pertama di Jatim ini duduk bersimpuh di hadapan pusara Bung Karno. Ia memanjatkan doa dengan khidmat.
Khofifah mengatakan meminta pertolongan kepada Allah agar dimudahkan dalam segala urusan. Utamanya dalam menghadapi pandemi covid-19 di Jatim meskipun sudah melandai.
Dalam perang melawan virus yang tak kasat mata ini, dirinya mengungkapkan bahwa tanda-tanda kemenangan sudah tampak di depan mata. Ungkapan tersebut dilontarkan berdasarkan data bahwa 32 kabupaten/kota dari 38 kabupaten/kota di Jatim sudah masuk kategori asesmen situasi level 1 menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Per kemarin (10/10) juga, case fatality rate (kasus meninggal) di Jatim tercatat 3 orang. Mudah-mudahan bisa sampai pada posisi angka meninggal nol persen,” lanjutnya.
Ia menyebut hasil-hasil yang menunjukkan tren positif ini merupakan hasil kerja keras dan upaya bersama seluruh Forkopimda Jatim dan elemen strategis termasuk media, akademisi serta seluruh masyarakat. “Maka saat kita ada di Bumi Bung Karno ini yang juga dijadikan lokasi uji coba PPKM level 1, kita harus tetap menjaga protokol kesehatan ketat serta tetap melakukan percepatan vaksinasi,” imbaunya.
Melandainya kasus Covid-19 juga diiringi dengan pemulihan ekonomi diberbagai sektor. Dalam upaya tersebut, orang nomor satu di Pemprov Jatim ini menekankan pentingnya pelaksanaan prokes ketat.
“Mudah-mudahan Allah bukakan pintu kemudahan bagi kita semua, dan kita dihindarkan dari kesulitan. Insya Allah kemenangan kita dalam penanganan pandemi sudah dekat,” tambahnya. (ST02)




