SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap para ASN Jatim di posisi apapun seyogyanya melakukan update terkait bantuan sosial, bantuan untuk usaha mikro, bantuan untuk subsidi upah, termasuk di dalamnya adalah bantuan untuk guru dan murid melalui bantuan kuota internet, serta bantuan lainnya.
Hal ini disampaikannya saat Khofifah menyematkan penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2021 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim, Kamis (12/8). “Jangan merasa itu bukan tugas saya, tetapi ketika teridentifikasi bahwa Bapak/ Ibu/Saudara sekalian menjadi ASN di Pemprov, orang akan bertanya karena mungkin mereka belum terkonfirmasi berbagai lapisan-lapisan bantuan baik sosial ekonomi maupun bantuan pendidikan tersebut,” terangnya.
Oang nomor satu di Pemprov Jatim ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang telah mendedikasikan seluruh energi dan produktivitas untuk membawa Jawa Timur semakin maju. Dirinya berharap seluruh produk pembangunan tersebut bisa dirasakan manfaatnya lebih banyak dan lebih baik lagi bagi seluruh elemen masyarakat yang tinggal di Jawa Timur.
“Kenapa saya menyebut yang tinggal di Jawa Timur bukan hanya untuk masyarakat yang ber-KTP Jawa Timur, karena ini bagian dari NKRI. Maka siapa pun yang tinggal di Jawa Timur harus merasa aman, nyaman, damai dan terlindungi. Perlindungan kita adalah untuk semua yang berada di area ini bukan hanya yang ber-KTP Jawa Timur,” ungkapnya.
Bentuk layanan bagi seluruh elemen masyarakat yang tinggal di Jatim tersebut salah satunya dalam program vaksinasi. Di mana program vaksinasi ini terus diperluas kepada seluruh elemen masyarakat yang berdomisili di Jatim.
“Ini adalah layanan-layanan kemanusiaan untuk mereka yang tinggal di Jawa Timur. Saudara punya tugas memberikan layanan bagi mereka yang berada dan tinggal atau berdomisili di Jawa Timur,” terang mantan Menteri Sosial RI ini.
Selain vaksinasi, bentuk layanan tersebut juga terlihat dalam hal penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia melalui Jatim. Bahwa PMI yang berada di Asrama Haji Surabaya mendapatkan layanan, perlakuan dan perlindungan yang sama dalam proses karantina mulai swab, lama waktu karantina selama lima hari, serta pelayanan gizi.
“PMI yang ada di Asrama Haji itu berasal dari 26 provinsi. Tidak bisa kita kemudian karena dia bukan warga Jawa Timur kemudian treatment-nya tidak sama. Itulah sebetulnya makna Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kebhinekaan adalah sebuah keniscayaan yang Allah anugerahkan untuk Indonesia dan bahwa kita semua ada di dalam Negara kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Selain menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah turut menyerahkan secara simbolis santunan kematian KORPRI kepada perwakilan keluarga. Serta menyerahkan paket sembako kepada ASN Pemprov Jatim golongan 1 dan 2 yang usai menjalani isolasi mandiri. (ST02)





