SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk melek dan bijak berinvestasi ditengah ketidakpastian ekonomi global yang turut berdampak pada perekonomian Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Arumi saat menjadi narasumber Kick Off Cerdas Investasi 2026 Series 2 yang diselenggarakan oleh JTV bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur di Studio 2 JTV, Kompleks Graha Pena Surabaya, Kamis (9/3).
Secara khusus, Arumi menyampaikan bahwa kompetisi investasi saham Jawa Timur bertajuk “Cerdas Investasi Volume 2” kembali digelar sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa atau kalangan muda.
“Ini pentingnya pemahaman investasi sejak dini. Bagaimana peran mahasiswa yang punya peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran finansial di masyarakat,” kata Arumi.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus kompetisi yang mendorong mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai investasi dan pengelolaan keuangan secara sehat.
“Disini adik-adik mahasiswa belajar berkompetisi, menggali lebih dalam supaya nantinya punya bekal literasi keuangan yang sehat. Maka, manfaatkan peluang investasi dan mengelola keuangan secara bijak ditengah ketidakpastian ekonomi global” tambahnya.
Arumi menekankan bahwa meskipun dunia tengah menghadapi berbagai tantangan dan krisis ekonomi global, peluang untuk memperoleh keuntungan tetap terbuka melalui investasi yang dilakukan secara cerdas dan terukur.
“Mahasiswa harus banyak belajar dan cerdas berinvestasi. Ilmu-ilmu fundamental tentang investasi harus diketahui dan harus melek,” imbuhnya.
“Mahasiswa harus menjadi generasi yang cerdas dalam mengelola keuangan, serta tidak mudah terpengaruh oleh tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Arumi menyebut, program ini merupakan hasil kolaborasi antara JTV, Bursa Efek Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan wilayah Jawa Timur, yang bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai instrumen investasi yang aman, legal, dan terjangkau.
Senada dengan Arumi, Kepala OJK Provinsi Yunita Linda Sari dan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Timur Cita Mellisa juga mengingatkan akan meningkatnya praktik investasi ilegal yang kerap menyasar generasi muda.
Kaarena itu, keduanya mengimbau kepada mahasiswa dan masyarakat untuk selalu memastikan bahwa investasi dilakukan melalui lembaga yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
“Ini adalah wadah untuk meningkatkan literasi keuangan yang baik dan rasionalitas berinvestasi dari generasi muda,” kata Cita.
“Harapannya tentu kedepan bisa berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari puluhan mahasiswa berbagai Universitas di Surabaya dan aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Diharapkan melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan dasar tentang investasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara bijak dan bertanggung jawab. (#π01)



