SURABAYATODAY.ID, TRENGGALEK – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama istri yang juga Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bersama masyarakat di Ngantru, Kabupaten Trenggalek, Jumat (27/3) malam.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menghadirkan suasana hangat penuh kekeluargaan di tengah perayaan Idul Fitri.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil dan Arumi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat yang hadir.
Emil mengungkapkan rasa syukurnya melihat Kabupaten Trenggalek dipadati para pemudik yang pulang ke kampung halaman. Menurutnya, kondisi tersebut turut membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya melihat Hari Raya Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan bagi Trenggalek. Banyak masyarakat yang mudik, sehingga pelaku UMKM turut merasakan peningkatan penjualan,” ujarnya.
Wagub Emil berharap, kondisi ini dapat terus berlanjut sehingga perekonomian masyarakat semakin tumbuh dan berkembang.
“Mudah-mudahan Trenggalek terus ramai dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin menggeliat,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Emil juga memohon doa restu kepada masyarakat agar dirinya bersama Gubernur Jawa Timur dapat terus menjalankan amanah dalam membangun Jawa Timur di 38 kabupaten/kota.
Lebih lanjut, Emil menyampaikan bahwa Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang berpotensi menyebabkan musim kemarau panjang.
“Fenomena El Niño berpotensi memicu kemarau berkepanjangan yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar masyarakat tetap dapat beraktivitas secara normal,” jelasnya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena Pemprov Jatim bersama BNPB telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana, termasuk melalui modifikasi cuaca yang terbukti efektif dalam mengurangi risiko banjir.
“Melalui teknologi modifikasi cuaca, curah hujan dapat diarahkan turun di wilayah laut atau daerah yang mampu menampung air, sehingga potensi banjir bisa diminimalisir,” terangnya.
Selain itu, Wagub Emil juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang berpotensi berdampak pada ketersediaan komoditas, termasuk energi dan bahan baku pupuk.
“Ketidakpastian geopolitik global dapat memengaruhi pasokan berbagai komoditas. Namun, kami berharap kondisi pertanian tetap berjalan lancar dan situasi dunia segera kembali stabil,” tuturnya.
Wagub juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi kelangkaan LPG di wilayahnya, sehingga pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan.
“Kami minta masyarakat tidak ragu melapor jika terjadi kelangkaan LPG, agar distribusi bisa segera ditangani dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (ST02)





