SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dilantik sebagai industrial advisory board untuk School of Creative Industry (SCI) dalam SCI Industrial Gathering 2026 di Universitas Ciputra Surabaya, Jumat (20/2).
Dalam kesempatan tersebut, Arumi menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap pengadaan forum SCI. Dinilainya, acara ini merupakan langkah strategis bagi penguatan ekonomi kreatif di Jawa Timur.
“Pertama-tama, izinkan saya untuk bisa mengapresiasi acara yang luar biasa ini karena ini adalah inisiatif yang menurut saya sangat penting. Pertemuan-pertemuan seperti ini akan sangat berdampak pada ekonomi kreatif dan juga tumbuhnya lapangan pekerjaan yang ada di masyarakat,” katanya.
Dirinya mengatakan, pilar dari ekonomi kreatif merupakan kolaboratif. Di mana, ekosistem ekonomi kreatif terdiri atas pemerintah, akademisi, dan industri yang dikatakannya harus bergerak bersama demi potensi untuk berkembang maksimal.
“Di Jawa Timur ini sebetulnya potensi dari ekonomi kreatif itu luar biasa. Kita punya sektor fashion, kita punya sektor desain, kita punya produk-produk kreatif yang berbasis budaya,” tuturnya.
“Tapi, potensi saja tentunya tidak akan cukup. Yang dibutuhkan adalah kualitas desain, kekuatan branding, standardisasi produk, serta kemampuan dalam memahami keinginan market. Di sini lah kampus hadir. Kampus bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga lahirnya inovasi berdasarkan riset yang mendalam yang memberikan hasil nyata bagi pelaku industri,” lanjut Arumi.
Istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu lebih jauh mengatakan bahwa perguruan tinggi berperan krusial dalam mengakuisisi filosofi sejarah dalam sebuah produk. Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi dan penguatan nilai sejarah agar tidak hilang di era digital.
“Fakta di lapangan itu kadang berkembangnya lebih cepat daripada teori atau kurikulum yang kita terapkan. Jadi fleksibilitas itu tetap dibutuhkan untuk menjaga gap antara teori dengan realita tetap nyambung. Industri kreatif ini menjadi kunci transisi zaman kita dan ke depan akan lebih nyambung dengan generasi Gen Z dan generasi Alpha,” terangnya.
Di akhir, Arumi menjelaskan bahwa 60 prrsen PDRB Jawa Timur masih dipegang oleh UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. Dari keseluruhan pelaku UMKM, lebih dari 50 persennya tediri dari perempuan.
Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Yanuar Arief menyampaikan bahwa ISC Ciputra merupakan suatu kebanggaan. Ia menilai pendekatan tersebut sebagai terobosan penting bagi ekosistem kreatif nasional.
“Bagaimana mendekatkan sektor akademis dengan sektor industri ini menjadi terobosan bagi dunia kreatif di Indonesia. Sehingga, kurikulum standar itu mengikuti perkembangan yang ada di dunia industri,” ucapnya.
Sementara, Rektor Universitas Ciputra Wirawan E.D. Radianto menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menjaga kolaborasi sebagai fondasi lembaga pendidikan yang berdampak. Disebutnya, ada tiga hal yang membuat sebuah lembaga itu terus bertahan dan bertumbuh, yakni kepercayaan, kolaborasi, serta inovasi.
“Perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri itu harus bersinergi. Kami berkomitmen menjadikan mahasiswa kami benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja. Tentunya, aplikasi konkretnya kita lakukan dengan internship, real business project, dan advisory board yang menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan berdampak bagi Jawa Timur dan Indonesia,” pungkas Wirawan. (ST02)





